Dinkes DKI Perketat Pelacakan, Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:30
Dinkes DKI Perketat Pelacakan, Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi

LIMAPAGI - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, dalam sepekan terakhir jumlah kasus positif Covid-19 di Ibu Kota mengalami peningkatan.

Hal ini, disebut tidak lepas dari pengetatan dalam melacak temuan kasus Covid-19 secara aktif atau Active Case Finding (ACF).

Kami mendorong dilakukannya ACF ini untuk menekan laju penularan, memperketat kondisi agar tidak ada kebocoran, kata Widyastuti dalam keterangan pers pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Widyastuti mengatakan, pihaknya telah secara aktif melakukan skrining PCR di lokasi berisiko tinggi, yakni RT zona merah/orange/kuning, pada populasi tertutup ( closed population ).

Selain itu di daerah transmisi kasus tinggi zona RT tersebut, seperti di sekolah, panti asuhan, perkantoran, asrama, atau mall.

Kami juga meningkatkan rasio tracing . Per 12 Oktober 2021, rasio tracing di Jakarta sebesar 13,62, yang mana berarti satu kasus positif dilakukan PCR kepada rata-rata 13-14 orang yang berkontak erat, ujarnya.

Dia berpendapat, dengan jumlah tes yang banyak dilakukan tentu berdampak pada tren persentase kasus positif ( positivity rate )yang turut mengalami peningkatan. Namun, angkanya masih jauh di bawah 5 persen.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi DKI Jakarta, positivity rate sepekan terakhir di Ibukota sebesar 0,8 persen.

Meskipun ada sedikit peningkatan kasus di Jakarta, tetapi, perlu saya garisbawahi di sini bahwa angka kematian tetap rendah, terang dia.

Ia mengungkapkan, pada 13 Oktober 2021 kemarin, kasus kematian di DKI adalah nol. Kemudian, pada 12 Oktober 2021, tercatat satu kematian.

Vaksinasi dan deteksi dini cukup berperan dalam menekan angka kematian, jelas Widyastuti.

Artikel Asli