Merger BUMN Pelindo Dongkrak Daya Saing, Targetnya Jadi Operator Peti Kemas Nomor 8 Dunia

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:22
Merger BUMN Pelindo Dongkrak Daya Saing, Targetnya Jadi Operator Peti Kemas Nomor 8 Dunia

Presiden Jokowi meresmikan penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10).

Penggabungan BUMN ini diyakini akan meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

"Hari ini alhamdulillah tadi sudah sampaikan Dirut Pelindo, Pak Arif, sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia," kata Jokowi dalam sambutannya.

"Apa yang ingin kita harapkan dari sini? Yang pertama sekali lagi, biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya daya saing kita, competitiveness kita akan jadi lebih baik," imbuhnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar segera dicarikan mitra yang memiliki jaringan yang luas sehingga nanti terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik.

Dengan demikian, produk-produk dan barang-barang Indonesia bisa menjelajah dan masuk ke rantai pasok global.

Jokowi menyebut, saat ini biaya logistik di Indonesia masih jauh lebihtinggi, dibanding negara-negara lain.

Biaya logistik di Indonesia mencapai angka 23 persen, sementara negara lainhanya lebih kurang 12 persen.

"Artinya, ada yang tidak efisien di negara kita. Oleh sebab itu kenapa dibangun infrastruktur, baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport ?Karena kita ingin produk-produk kita, barang-barang kita bisa bersaing. Supaya bisa berkompetisi dengan produk-produk negara lain," jelas Jokowi.

Penggabungan BUMN pelabuhan telah diperintahkan oleh Presiden Jokowisejak 7tahun yang lalu.

Pada 1 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Presiden pun mengapresiasi Menteri BUMN beserta jajarannya yang telah berhasil mewujudkan penggabungan BUMN kepelabuhanan tersebut.

Kepala Negara berharap, penggabungan ini akan menjadikan Pelindo menjadi sebuah kekuatan besar dan bisa diikuti oleh BUMN lainnya. Hingga masuk ke dalam 8 besar dunia.

"Perusahaan-perusahaan yang lain juga akan seperti itu. Jangan sampai kecil-kecil bertebaran sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan, modal. Kalau bergabung seperti ini, kekuatannya akan menjadi gede," tandas Jokowi.

Nomor 8 dunia

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyebut, merger Pelindo akan meningkatkan posisi BUMN Pelabuhan menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia, dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

"Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage ,dan memperkuat permodalan perusahaan," ujar Arif.

Acara peresmian holding Pelindo ini turut dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. [HES]

Artikel Asli