Didemo di Lombok, Risma Ceramahi Pendemonya

republika | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:57
Didemo di Lombok, Risma Ceramahi Pendemonya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didemo oleh sejumlah petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (13/10). Alih-alih kabur atau menghindari kerumunan massa itu, Risma justru menceramahi mereka.

Hal itu tampak dalam video yang diunggah akun YouTube resmi Dirjen Linjamsos, yakni Linjamsos Oke. Video itu berjudul 'Mensos Risma Didemo di Lombok Timur, Ini Katanya Kepada Pendamping PKH'.

Dalam video berdurasi 16 menit itu, tampak belasan orang mengerubungi Risma di ruang terbuka. Adapun, Risma berdiri di sebuah tempat yang sedikit tinggi, layaknya sebuah mimbar.

Sebenarnya, belum diketahui secara jelas apa tuntutan para petugas pendamping PKH itu. Hanya saja, Risma sempat menyinggung soal gaji pendamping.

"Kalau teman-teman ini nggak mau, 'buk gajinya kurang', wong aturannya segitu," kata Risma kepada pendemonya.

"Saya juga nggak bisa minta lebih, tapi ini kan nggak bisa kita memilih. Kalau bisa memilih kita bisa keluar, saya juga bisa keluar," imbuhnya.

Risma lantas meminta para petugas itu untuk bekerja ikhlas dan amanah dalam membantu masyarakat miskin. Jika bekerja dengan ikhlas, kata Risma, akan ada saja rezeki yang datang.

"Bahkan mungkin bakal lebih banyak dibandingkan yang diterima kalian (gaji). Tapi kita memang harus ikhlas karena ini membantu, (sesuatu) yang diamanatkan oleh Allah," kata Risma yang tampak mengenakan kerudung warna merah itu.

Sangarnya Risma Waktu Marah Saat Jadi Walikota pic.twitter.com/0WSRl0k0bP

Republika.co.id (@republikaonline) October 13, 2021



"Jadi ulama, bu, sekali-sekali," teriak seseorang dari tengah kerumunan itu. Penjelasan Risma ini juga beberapa kali disambut dengan kalimat takbir oleh para pendemonya.

Menurut Risma, pekerjaan para pendamping PKH adalah sebuah tugas yang mulia karena membantu orang miskin. Selain mulia, mereka juga mendapatkan gaji dari negara.

"Tapi kalau kita meleng dikit, ya masuk neraka duluan. Dan neraka itu jahanam yang paling bawah. Paham ndak. Karena itu orang-orang yang dititipkan Allah kepada kita. Jadi karena itu, ayo lakukan tugasmu dengan baik," papar Risma. Para pendemonya pun mengamini hal tersebut.

Risma juga meminta para petugas pendamping itu agar tak selalu "melihat ke atas", tapi juga harus melihat "yang di bawah". Contoh terdekat yang di bawah, kata dia, adalah orang-orang penerima bansos PKH. Mereka hidup dalam kondisi yang serba kekurangan.

"Jadi tolong jangan lihat ke atas terus, nanti jatuh kamu terperosok jungkir balik .... Ikhlaslah. Kalau kita ikhlas, Insya Allah tuhan akan balas. Ndak usah takut," kata politisi PDIP ini.

photo
Pengaduan terkait Bansos Covid-10 mencapai 621 laporan. - (Republika)
Artikel Asli