Pendapatan Surabaya Tahun 2022 Diproyeksikan Rp 9,3 Triliun

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:54
Pendapatan Surabaya Tahun 2022 Diproyeksikan Rp 9,3 Triliun

JawaPos.com DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD (R-APBD) 2022 oleh Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (13/10). Dalam rapat tersebut, salah satu hal yang disampaikan adalah proyeksi pendapatan kota pada 2022. Juga anggaran belanja.

Pembacaan pengantar Nota Keuangan R-APBD 2022 dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan. Wali Kota Eri Cahyadi tidak bisa hadir karena sedang ada kegiatan dinas yang tidak bisa ditinggalkan.

Kami berterima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, dan jajaran Pemkot, yang telah memasukkan dokumen Rancangan APBD 2022 lebih awal. Sehingga DPRD Surabaya punya yang cukup mencermati dan membahas, hingga nanti finalisasi, kata Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Kamis (14/10).

Dalam penyampaian pengantar R-APBD 2022, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan kekuatan belanja tahun depan mencapai Rp 10,173 triliun. Sedangkan pendapatan daerah diproyeksikan Rp 9,301 triliun.

Melalui rapat badan musyawarah, kita sepakat untuk mengesahkan APBD 2022 nanti pada 10 November, tepat Hari Pahlawan. Semoga berjalan lancar, kata Adi.

DPRD Kota Surabaya mendorong optimalisasi pos-pos pendapatan daerah. Juga mencermati beberapa pos-pos belanja yang penting, yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat luas.

Seperti di bidang pendidikan, anggaran harus di atas 20 persen. Di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan level SD dan SMP negeri dan bantuan sekolah-sekolah swasta melalui BOPDA. Juga untuk pembelian seragam siswa-siswa tidak mampu.

DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi juga telah sepakat untuk mengalokasikan beasiswa untuk pelajar SMA/SMK yang tidak mampu. Untuk membantu SPP dan pembelian seragam, kata Adi, yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Secara garis besar, lanjut Adi, kebijakan di Kota Surabaya tahun depan berkisar pada dua hal. Yakni penuntasan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Dia mengatakan, karena itu DPRD akan mencermati betul anggaran kesehatan termasuk tercukupinya insentif para tenaga kesehatan.

Juga agenda-agenda pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM, penanganan angkatan kerja yang terus bertambah, pembangunan infrastuktur serta sarana, dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, ujar Adi.

Dokumen Rancangan APBD 2022 dimasukkan Pemkot Surabaya ke kantor DPRD, pekan ini. Setelah pengesahan KUA PPAS APBD 2022 pada 7 Oktober. Kemudian kami menindaklanjuti dengan menggelar rapat badan musyawarah untuk penjadwalan rapat paripurna pertama hingga pengesahan APBD 2022, terang Adi.

Rencananya, APBD 2022 disahkan 10 November mendatang. Sehingga agenda-agenda pembangunan Kota Surabaya dapat dijalankan tepat waktu. Utamanya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kota Surabaya, terang Adi.

Artikel Asli