Serius Ingin Bentuk Parpol, Eks Pegawai KPK Bakal Temui Petinggi Partai

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:30
Serius Ingin Bentuk Parpol, Eks Pegawai KPK Bakal Temui Petinggi Partai

LIMAPAGI - Sejumlah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian serius untuk membentuk partai politik (parpol). Ide ini awalnya diungkapkan mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro HukumKPK, Rasamala Aritonang.

Koordinator Pelaksana Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, Moch Praswad Nugraha mengatakan, pihaknya akan bertemu dengan beberapa petinggi parpol untuk membahas hal tersebut.

"Dalam jangka waktu dekat ini kami akan rencanakan untuk bertemu dengan beberapa tokoh partai politik, ketua umum, dan para pendiri partai politik," kata Praswad kepada Limapagi.id, Kamis, 14 Oktober 2021.

"Untuk membangun diskursus yang konstruktif atas rencana pembentukan partai politik yang memiliki urat nadi anti korupsi, integritas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia," katanya lagi.

Praswad menyampaikan, IM57+ Institute berpendapat bahwa perlu adanya konsentrasi khusus pada dua area pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu lembaga penegak hukum dan parpol.

"Selanjutnya ide pembentukan partai politik oleh Rasamala Aritonang, Novariza, Lakso Anindito, dan beberapa anggota IM57+ Institute lainnya terus kita matangkan di internal, dialektika akan terus di bangun. Pada prinsipnya, kami akan mengakomodir aspirasi anggota, menyusun program, dan mewujudkannya," ucapnya.

Saat ditanyai siapa petinggi parpol yang akan ditemui, Praswad belum bisa memastikan. Hal ini karena, pihaknya masih menyusun persiapan pembentukan parpol.

"Belum ditentukan (siapa petinggi parpol yang akan ditemui). Sedang saya bentuk panja (panitia kerja)-nya untuk persiapan partai politik," tuturnya.

Sebelumnya, Rasamala Aritonang menilai, parpol merupakan salah satu wadah untuk membuat perubahan. Menurutnya, parpol adalah salah satu kendaraan strategis dalam sistem demokrasi.

"Sementara ini kan publik banyak mengkritik parpol, jadi sebenarnya saya melihat ada peluang besar untuk membangun parpol yang bersih, berintegritas, dan akuntabel," kata Rasamala saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 13 Oktober 2021.

Rasamala menyampaikan, saat ini dia sedang mendiskusikan hal itu dengan rekan-rekannya yang memiliki gagasan sejalan. Tak hanya itu, dia juga ingin meminta masukan dan pandangan dari tokoh-tokoh bangsa.

"Memang tantangannya tidak mudah karena syarat pendirian parpol kan memang rumit, tapi layak dicoba. Kalau bisa terwujud (Partai Serikat Pembebasan), saya yakin kita bisa memberikan dorongan lebih kuat lagi untuk perubahan dan kemajuan bagi Indonesia. Tentu syaratnya Indonesia mesti bersih dari korupsi," jelasnya.

Saat ditanyai apakah dia tertarik untuk bergabung dengan parpol yang sudah ada, Rasamala belum mau berkata banyak. Namun, dalam hal bekerja sama, semuanya bisa terjadi.

"Sementara ini gagasannya adalah membangun partai yang bersih, berintegritas dan akuntabel. Belum terpikir soal tawaran dari partai, tapi dalam konteks membangun aliansi untuk memajukan negara kan segala kemungkinan bisa saja dijajaki," ucap dia.

57 pegawai KPK sebelumnya dipecat pada 30 September 2021. Mereka dipecat karena tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Atas hal itu, mereka tidak bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Sejumlah eks pegawai KPK kini beralih profesi. Ada yang berjualan nasi goreng, berdagang makanan ringan, hingga menjadi peternak kambing.

Artikel Asli