Kasus Lahan Munjul, Eks Dirut Perumda Jaya Didakwa Rugikan Negara Rp152 Miliar

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:45
Kasus Lahan Munjul, Eks Dirut Perumda Jaya Didakwa Rugikan Negara Rp152 Miliar

LIMAPAGI - Eks Direktur Utama PT Perumda Pembangunan Jaya, Yoory Corneles, didakwa merugikan keuangan negara Rp152.565.440.000,00 dalam kasus dugaan maling pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Dakwaan itu dikatakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) pada sidang perdana, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

Hasil kerugian negara yang mencapai ratusan miliar diketahui dari laporan, hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Yoory melakukan korupsi bersama Wakil Komisaris PT Adonara, Anja Runtuwene, Tommy Adrian (Direktur PT Adonara Propertindo), Rudy Hartono Iskandar (Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur), dan korporasi PT Adonara Propertindo

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut, secara melawan hukum," kata Jaksa Takdir Suhan, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Yoory dan kawan-kawan didakwa memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya Anja Runtuwene dan Rudy Hartono Iskandar selaku pemilik (beneficial owner) korporasi PT Adonara Propertindo, dalam kasus lahan Munjul.

"Sebesar Rp152.565.440.000,00 yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara," lanjut jaksa.

Yoory dijerat Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Artikel Asli