Migran Muslim India: Obat Kuat dari Toko Bombay Pasar Baru

republika | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:22
Migran Muslim India: Obat Kuat dari Toko Bombay Pasar Baru

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawan, dan Budayawan Betawi.

Migran India muslim ke mari mulai XI M, mereka dipanggil Koja = kaya. India Hindu baru kemari tahun 1873 ke Medan. Mereka pekerja kebun dan dipanggil sebagai orang Keling. Kemudian di masa berikutna datang r etailler dari Bombay. Mereka Sikh, kumpul dan bisnis di Pasar Baru. Buka Toko bernama Bombay.

Yang mengherankan,India yang didatangkan pada abad IV M dan VII M ke Bekasi dan Sumsel oleh Sejarawan lokal dan Bule. Itu India dari mana? Kok jejaknya tak ada. Tapi kalau melihat buku sejarah yang mereka susun, tampaknya banyak sejarawan lokal dan bule yang berpikirnya wayang oriented.

Kalau orang Koja dari selatan, orang Pakistan dari timur India ke Andunisi (Indonesia) pada abad XV-XVI M. Mereka Muslim dan banyak yang memakai gelar Maulana. Yang pasti tokoh-tokoh sejarah XV-XVI M itu yang bergelar Maulana, termasuk Sultannya, bukan native (pribumi). Jangan ngaku-ngakulah?

Di Sawah Besar Jakarta ada toko obat-obatanan herbal besar sekali milik Indian Muslim namanya Prof Tabib Fachrudin. Ia menjual rupa-rupa obat, juga obat kuat untuk pria. Iklannya sangat terkenal pada tahun-tahun 1950-an: "Nafsu besar tenaga kurang. Ibarat bubuk makan kayu".

Ada yang pernah menyoal gelar prof-nya, Tuan profesor dari mana? "Prof itu profesional", jawab Tabib. Si penyoal terdiam.

Setiap tahun WNI India di Jakarta baik yang tinggal di Pasar Baru atau Sunter menjadi host bikin acara Palwali yang dihadiri oleh orang-orang India Indonesia dari seluruh tanah air. Bintang Bollywood bekend seperti Amitab Bachan dan Shahrukh Khan dihadirkan. Palwali meriah. Seandainya Raj Kapoor masih ada tentu berhadir juga. Kuingat filmnya Booth Poolish.

Mehra juta hey Japan

Yeh patlul ka Hindustan

Sarpelal topi Russi

Firbidil ke Hindustan

Bajuku dari Jepang

Sepatuku India

Topiku dari Rusia

Aku tetap India

Aacha muhabath (iya bukab sayangku...)

Artikel Asli