Pemprov DKI Seleksi UMK Binaan Jadi Jakpreneur Terbaik 2021

republika | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:26
Pemprov DKI Seleksi UMK Binaan Jadi Jakpreneur Terbaik 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyeleksi pelaku usaha mikro kecil (UMK) binaan untuk menjadi Jakprenuer Terbaik 2021, guna memotivasi wirausaha di Jakarta sekaligus tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

"Tujuannya agar pelaku UMK bisa memiliki inovasi dalam pengembangan usaha setelah bergabung di Jakpreneur," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah DKI, Elisabeth Ratu Rante Allo di Jakarta Creative Hub, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/10).

Sebanyak 11 pelaku usaha masuk seleksi lanjutan yakni presentasi usaha dari ratusan kandidat yang mendaftar pada 17-21 Juni 2021. Pelaku usaha tersebut sebagian besar bergerak di sektor makanan ringan dan minuman, serta kerajinan hingga parfum dengan aroma kopi.

Sebanyak 11 pelaku usaha, lolos seleksi tahap lanjutan setelah dinilai secara internal melibatkan unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi pengampu Jakpreneur dari formulir pendaftaran yang masuk. Adapun dewan juri pada seleksi lanjutan tersebut berasal dari perusahaan perdagangan daring, Bank Indonesia, Biro Ekonomi Pemprov DKI, dan salah satu pelaku usaha.

Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan akan mengumumgkan tiga besar hasil seleksi lanjutan pada 16 Oktober 2021. Kemudian, dilakukan voting untuk selanjutnya diumumkan Jakpreneur Terbaik 2021 pada 24 Oktober 2021. Jakpreneur merupakan wadah dari Pemprov DKI Jakarta untuk memfasilitasi dan memberikan pelatihan dalam mengembangkan kewirausahaan terpadu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada peluncuran 'Program Designers Lab' di Jakarta, Selasa (14/9),menyebutkan, jumlah UMKM di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 1,1 juta, yang aktivitasnya bisa mendorong perekonomian di Ibu Kota. Dia menyebut, jumlah anggota Jakpreneur hingga akhir 2020, diperkirakan sekitar 140 ribu pelaku usaha yang ikut bergabung dan diproyeksi jumlahnya terus bertumbuh.

Artikel Asli