Vaksinasi Dosis Pertama di Bali Hampir 100 Persen

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:02
Vaksinasi Dosis Pertama di Bali Hampir 100 Persen

JawaPos.com Program vaksinasi di Bali terus dikebut. Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga kemarin (13/10) pukul 17.45, sebanyak 3.375.225 warga Bali sudah menerima vaksinasi dosis pertama. Angka tersebut setara dengan 99,12 persen. Vaksinasi dosis kedua mencapai 83,36 persen. Dengan tingginya jumlah vaksinasi, Pulau Bali diharapkan siap menerima kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Juru Bicara Kemenkes Terkait Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi memberikan apresiasi kepada Provinsi Bali dalam capaian vaksinasi. Dia menyatakan bahwa Bali termasuk dua provinsi tertinggi dalam vaksinasi Covid-19. Sudah hampir 100 persen (suntikan pertama), katanya kemarin (13/10).

Dia menyatakan bahwa kehidupan harus kembali bergerak. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali Bali dan beberapa wilayah lain. Pemerintah juga terus melakukan evaluasi skenario pasca liburan dan acara keagamaan. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19.

Secara nasional, penurunan kasus sudah mencapai 23 persen. Jumlah kematian karena Covid-19 juga turun 32 persen. Sementara itu, positivity rate telah menyentuh angka 1,4 persen dengan testing 4,4 per seribu penduduk. Pemerintah tidak pernah capek mengingatkan prokes, ungkapnya.

Pada kesempatan lain, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa situasi pandemi di provinsi tersebut kian baik. Kasus hariannya sekarang sudah konsisten di angka dua digit, di bawah 100, ungkapnya. Sudah tiga minggu kasus harian hanya menyentuh angka puluhan. Sementara itu, tingkat kesembuhan secara akumulatif mencapai 96 persen.

Wayan menambahkan, pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T) juga sesuai dengan target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Terkait penerapan protokol kesehatan, Wayan menyampaikan bahwa sosialisasi prokes telah dilakukan hingga ke kampung-kampung. Menurut hasil survei Kementerian Kesehatan, soal tertib melaksanakan prokes untuk pemakaian masker, Provinsi Bali itu tertinggi di Indonesia, ungkapnya. Dia menjamin, sulit menemukan orang yang tidak memakai masker di kampung-kampung di Bali.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa para pelaku perjalanan internasional yang akan masuk ke Indonesia harus melalui skrining ketat. Durasi karantina yang sebelumnya delapan hari memang dikurangi menjadi lima hari, tetapi dengan persyaratan yang ketat. Di antaranya, bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi kesehatan, dan bukti pemesanan akomodasi karantina yang menjamin bahwa orang yang masuk benar-benar sehat, kata Wiku. Karantina pelaku perjalanan internasional akan diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan satgas Covid-19 daerah.

Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kerap disapa Cok Ace) mengatakan, kasus Covid-19 di Bali kini makin landai. Penyebabnya adalah vaksinasi yang kian gencar dan ketaatan warga menjalankan protokol kesehatan (prokes). Pemprov Bali juga melakukan testing, tracking, dan treatment yang cepat dan tepat. Kami juga memberikan penanganan yang baik kepada pasien yang terdeteksi positif Covid-19, ujarnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Bali .

Cok Ace juga menegaskan bahwa syarat karantina selama lima hari bagi wisman yang berkunjung ke Bali merupakan aturan standar kesehatan. Kebijakan itu diambil untuk meminimalkan peluang berkembangnya kembali Covid-19 di Bali setelah pintu masuk dibuka untuk wisman.

Cok Ace juga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat masih menjadi kunci utama bagi Bali. Pemakaian masker telah menjadi budaya baru. Kewajiban menaati prokes adalah kunci untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 yang akan terus bermutasi. Dia juga menyatakan, wisatawan yang tidak disiplin menerapkan prokes di Bali bisa dikenai sanksi. Jenis sanksinya antara lain adalah dideportasi ke negara asal.

Artikel Asli