Olahan Tiwul Kreasi Mura dan Linda

radarjogja | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:59
Olahan Tiwul Kreasi Mura dan Linda

RADAR JOGJA Di masa pandemi ini, orang berlomba mengasah ide kreatifnya. Di antaranya membuat olahan pangan yang menarik. Seperti yang dilakukan Mura Aristina dan Linda Purwaningsih, warga Bumen, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur.

NAILA NIHAYAH, BOROBUDUR, Radar Jogja

Mura dan Linda membuat tiwul. Panganan yang terbuat dari tepuk gaplek, diberi sedikit gula ini kemudian dikukus. Biasanya dimakan dengan menambah parutan kelapa atau gula Jawa cair. Mereka pertama kali membuat olahan tersebut pada Agustus 2020.

Tiwul yang mereka buat bentuknya berbeda. Menyerupai Gunung Merapi dengan lava yang keluar dari puncaknya. Dari situlah idenya muncul. Kemudian, tiwul buatannya diberi juruh dari gula Jawa. Akan memberikan sensasi lumer ketika tiwulnya diiris.Iya benar, mirip Gunung Merapi). Puncaknya ada lava, kalau diiris akan lumer, seperti Merapi yang memuntahkan lavanya, tutur Mura Aristina saat ditemui di tokonya Thiwul Pak Mura, kemarin (13/10).

Mura yang juga pengawai Balai Konservasi Borobudur (BKB) menuturkan, saat pandemi seperti ini, pariwisata sepi. Sebab, dia sekaligus menjadi guide mengantarkan turis mancanegara untuk menikmati keindahan Candi Borobudur.

Ia mengaku, ekonominya tidak stabil. Akhirnya, sang istri mengusulkan untuk membuat olahan tiwul. Peluangnya juga cukup bagus. Sehingga, dia belajar membuat tiwul dengan pelan-pelan.

Dulu, bahannya dibeli di pasar, tapi lama-kelamaan harganya naik. Akhirnya, karena istri saya berasal dari Gunungkidul, kemudian bahannya ambil dari sana, tutur Mura.

Ia memasarkan produknya melalui media sosial. Ia juga seriung membuat status di WhatsApp hingga akhirnya secara bertahap dapat dikenal secara luas. Selain itu, lokasi produksi di rumahnya dinilai strategis. Kebetulan, dia tinggal di depan Warung Makan Sehati Selera Pedas mangut beong. Banyak yang mampir, mencicipi, cocok. Alhamdulillah mulai dikenal masyarakat, ujarnya.

Tiwul olahannya dibuat dengan varian rasa gula Jawa, cokelat keju, dan cokelat atau keju saja. Ada pula yang dicampur dengan pisang. Untuk rasa gula jawa dibandrol dengan harga Rp 15.000, cokelat keju Rp 17.000, cokelat Rp 15.000, dan keju Rp 15.000. Sedangkan cokelat keju pisang Rp20.000. Namun demikian, yang paling disukai masyarakat adalah tiwul rasa gula Jawa.Tapi kalau anak-anak biasanya suka cokelat keju, cokelat atau keju, kemudian ada mix dengan pisang juga, jelas Mura.

Setiap harinya, rata-rata ia bisa membuat hingga 20 adonan. Namun, jika ada pesanan dari reseller, bisa membuat lebih. Bahkan, 50 adonan. Kalau ada reseller sih lumayan. Tapi kalau tidak ada yang reseller, hanya orang yang mampir saja,jelasnya. (din)

Artikel Asli