Wakil Ketua DPR Minta Polisi Evaluasi Protap Penanganan Demo

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:45
Wakil Ketua DPR Minta Polisi Evaluasi Protap Penanganan Demo

LIMAPAGI - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat suara mengenai tindakan aparat polisi yang membanting seorang pendemo di Tangerang.

Menurut Dasco, polisi seharusnya bisa lebih humanis lagi menangani aksi demo. Dia mengimbau agar tindakan humanis dikedepankan Polri di seluruh Tanah Air.

Jadi kalau aparat yang bersikap humanis itu tidak hanya di Tangerang ya. Itu kita imbau dan kita harapkan agar aparat yang di seluruh Indonesia juga bersifat humanis, kata Dasco, dalam keterangan di Jakarta, Kamis 14 Oktober 2021.

Dasco menghargai langkah Polres Tangerang dan Polda Banten yang telah menyampaikan permintaan maaf. Selain maaf, dia juga berharap ada pemberian sanksi kepada pelaku.

Kan perkara ini juga sudah ditangani oleh Propam. Sehingga kita serahkan soal penegakan hukum, sanksi dan lain-lain oleh Propam, ujar Dasco.

Politikus Partai Gerindra ini meminta ada evaluasi prosedur tetap penanganan unjuk rasa dari kepolisian kepada para jajarannya. Sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Sehingga ke depan kita minta kepada jajaran kepolisian untuk kembali menyegarkan kepada aparat Protap soal penanganan demo, sehingga kita harapkan tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini, kata Dasco.

Sebelumnya, beredar video anggota polisi membanting seorang mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021. Demonstrasi digelar oleh Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.

HIMATA Banten Raya meminta agar sejumlah permasalahan di Kabupaten Tangerang diselesaikan. Namun, kemudian aksi berubah menjadi kericuhan. Saat kericuhan inilah Brigadir NP membanting salah satu mahasiswa bak adegan Smackdown.

Aksi Brigadir NP membuat korban sempat kejang-kejang. Hal itu membuat sejumlah orang yang berada di lokasi termasuk anggota polisi lain berusaha menyadarkannya.

Artikel Asli