Banyak Sekolah Acuhkan Arahan Pemerintah

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:24
Banyak Sekolah Acuhkan Arahan Pemerintah

MATARAM -Pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kebijakan, mengenai penambahan durasi Sruvei Lingkungan Belajar dari Asesmen Nasional (AN) 2021. Ada survei susulan yang dibuka mulai tanggal 11-14 Oktober ini, ungkap Sekretaris Panitia AN Dinas Dikbud NTB Purni Susanto, pada Lombok Post, (13/10).

Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, dan dibuka untuk semua jenjang pendidikan. Survei kembali digelar lantaran banyak sekolah yang tak tuntas mengisinya. Dari data yang kami terima, ada yang angka partisipasi gurunya kurang dari 50 persen, bahkan ada juga satu sekolah yang nihil alias tidak ada satupun guru di sekolah tersebut yang mengisinya, jelas kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB ini.

Ada beberapa kategori sekolah yang melakukan kealpaan dalam pengisian survei ini. Seperti ada yang tidak nemahami prosedur AN secara utuh.

Informasi yang mereka pahami sepotong-sepotong. Misalnya, mereka mengira bahwa AN itu hanya untuk siswa sebagaimna UNBK pada tahun tahun sebelumnya. Padahal jelas berbeda, tegas dia.

AN 2021 disamping mengikutserta siswa secara sampling, juga harus diikuti oleh guru dan kepala sekolah. Untuk kategori ini, sebagian besar dialami oleh sekolah-sekolah swasta, jelasnya.

Berikutnya, ada juga kelompok sekolah yang tidak mengisi karena kealpaan disebabkan salah fokus. Misalnya ada sekolah yang pada waktu bersamaan AN, malah mereka sibuk dengan kegiatan lain.

Ini banyak disebabkan kepanitiaan AN, tidak melibatkn semua guru, sehingga sebagian guru lainnnya fokus pada acara berbeda. Ini dialami oleh sekolah besar di sekolah negeri.

Terakhir, ada kategori sekolah yang teledor. Bisa dilihat sejak awal, tidak serius terhadap pelaksanaan AN, menyebabkan kurang koordinasi pada tingkat sekolah.

Kepala sekolah malah mempercayakan sepenuhnya semua proses AN pada proctor. Sehingga ketika proktor khilaf, maka terjadilah peristiwa fatal tersebut.

Banyak kita temukan, proktor khilaf dan lupa melakukan sinkron atau lupa menentukan pilihan jadwal AN. Akibatnya jadwal ANBK lewat begitu saja sehingga siswa dan guru tidak mengikutinya, terang Purni.

Selama AN, tidak boleh ada satu pun yang terlewat. Termasuk Survei Lingkungan Belajar. Kegiatan ini merupakan instrumen non akademik, yang sangat penting.

Dari pemetaan ini, pemerintah akan menjadikan hasilnya sebagai informasi penting mengenai gambaran sekolah. Dengan AKM, potret akademik sekolah akan terlihat, sementara Survei Lingkungan Belajar, memberi memberi gambaran yang mendukung proses akademik.

Jadi dengan penambahan waktu ini, sekolah sampai tanggal 14 Oktober besok (hari ini, Red), sudah selesai dan rampung mengisinya, harap Purni.

Kepala Kanwil Kemenag NTB M Zaidi Abdad mengatakan, satuan pendidikan harus mengikuti seluruh rangkaian AN. Karena kegiatan ini dirancang, sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. (yun/r9)

Artikel Asli