Cerita Sukardi, Guru Honor Loteng yang Rumahnya Dikunjungi Mendikbudristek

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 11:00
Cerita Sukardi, Guru Honor Loteng yang Rumahnya Dikunjungi Mendikbudristek

Malam itu Sukardi Malik tak bisa tidur. Dia masih belum percaya bahwa rumahnya dipakai menginap oleh Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim.

Dedi Shopan Shopian, Lombok Tengah

Tepatnya, Rabu malam (6/10) pukul 22.00 Wita. Saya kaget, saya bengong dan saya bingung sendiri, cerita Sukardi pada Lombok Post saat ditemui di SMPN 1 Praya Timur tempatnya mengajar.

Pria kelahiran Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah tahun 1971 tersebut, tidak menyangka tamu yang datang malam itu adalah Nadiem. Sosok yang selama ini dilihat dan dibaca di koran dan dia lihat di televisi.

Malam itu, Sukardi menyuguhkan tamu istimewanya dengan ubi dan singkong rebus. Ditambah segelas teh dan kopi. Duduk berdua di berugak. Pak menteri berpesan ke saya tidak boleh ada yang tahu kalau beliau datang ke rumah, ujarnya.

Begitu pukul 23.30 Wita, mendikbudristek itu berpamitan untuk beristirahat. Di rumah Sukardi sendiri terdapat dua kamar, satu ruang keluarga dan satu dapur. Kemudian kamar mandi berdiri jauh dari rumah. Malam itu, anak kedua Sukardi, harus pindah kamar tidur. Karena kamarnya dipakai menteri.

Saya justru tidak bisa tidur, gelisah. Karena saya masih tidak percaya, cerita pahlawan tanpa tanda jasa yang mengabdi sejak Oktober 1996 itu.

Suara azan Subuh pun berkumandang. Menteri Nadiem dan keluarga Sukardi bangun, guna bersama-sama melaksanakan salat. Selesai salat, Sukardi pamitan buru-buru menuju pasar untuk membeli nasi bungkus, opak-opak dan kue khas Desa Mujur.

Keduanya kembali duduk di berugak . Sebelumnya mas menteri sapaan akrab Nadiem- mandi dan berpakaian rapi. Layaknya kehidupan di desa, mas menteri harus menimba sendiri air di dalam sumur.

Sebab saat itu, mesin airnya rusak. Begitu pukul 08.00 Wita, Kamis (7/10) mas menteri dari rumah Sukardi. Lagi-lagi, kala itu saya merasa tidak percaya. Saya tidak bisa tidur, ujarnya.

Itu karena kedatangan menteri tanpa diundang. Momen itu, kemudian dimanfaatkan Sukardi guna berkeluh kesah. Dia menceritakan, perjalanan hidupnya sebagai guru honorer. Termasuk rekan-rekannya yang lain.

Dia meminta guru honorer diperhatikan kesejahteraannya. Kemudian seleksi sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jangan dipersulit. Bila perlu tanpa tes. Karena sebagian besar guru honerer mengabdi sejak puluhan tahun lamanya.

Pak menteri menjawab, kalau Tuhan mengizinkan pasti teman-teman guru honorer lulus, kata Sukardi sembari meniru bahasa mas menteri.

Saat berpamitan pulang, dia memberikan pesan akan ada kejutan untuk diri Sukardi. Tiba-tiba asistennya, membisikkan ke saya bahwa, saya lulus PPPK, ujarnya lagi.

Sukardi mengikuti seleksi PPPK yang digelar beberapa minggu lalu. Gara-gara kunjungan menteri itu, Sukardi mendadak viral. Saking terkenalnya, dia seolah menjadi artis dadakan.

Ke mana-mana warga minta foto dan minta tanda tangan. Belum lagi anak didiknya di sekolah. Berbagai macam undangan berdatangan. Padahal, dia tidak tahu siapa yang mengundang. (*/r5)

Artikel Asli