Lagi-Lagi Pigai Teriak Papua Dapat Apa? Tak Disangka Sangka, Langsung Dikuliti Denny Siregar

wartaekonomi | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:39
Lagi-Lagi Pigai Teriak Papua Dapat Apa? Tak Disangka Sangka, Langsung Dikuliti Denny Siregar

Pegiat media sosial Denny Siregar langsung merespons pernyataan Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai yang mempertanyakan keadilan bagi warga Papua terkait pembangunan pabrik smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur.

Gini lho Pigai.. Ini gada masalah urusan kedaerahan. Semata2 urusan ekonomis dan bisnis. Insfrastruktur bangun Smelter itu butuh listrik besar, Gresik sdh ada dan gak perlu bangun lagi. Trus limbahnya jg sdh penampungnya, cuitnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Kamis (14/10/2021).

Kalo ga tau, tanya. Bukan sibuk bawa2 daerah, imbuhnya.

Lanjutnya, ia pun menyarankan Pigai untuk membaca-baca informasi lebih dalam. Mungkin @NataliusPigai2 pengen baca2 dulu. Tolong carikan kacamata plus buat dia.., katanya.

Diketahui sebelumnya, Pigai tampak kesal dengan kebijakan tersebut lantaran dinilai sangat merugikan masyarakat Papua.

Pasalnya, selama ini perusahaan tambang tersebut sejak lama menambang di Papua.

Ini tidak Adil bagi Papua. Papua dapat apa?" cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Rabu (13/10/2021).

Lanjutnya, ia menegaskan pernyataan tersebut ia sampaikan karena dirinya seorang aktivis yang ingin memperjuangkan keadilan masyarakat.

"Semua yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan ketahuan. Saya bukan orang Jahat, Saya pembela kemanusiaan & keadialan!, tandas dia.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan groundbreaking pabrik smelter PT Freeport Indonesia. Pabrik smelter tersebut terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Saya berharap kehadiran Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus di Gresik ini akan menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk masuk ke KEK gresik ini khususnya industri turunan tembaga, untuk ikut berinvestasi di sini, ujar Jokowi, Selasa (12/10/2021).

Jokowi bilang, smelter Freeport Indonesia tersebut memiliki kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Angka tersebut merupakan yang terbesar di dunia.

Artikel Asli