Badai Matahari Melanda Bumi Sebabkan Gangguan Listrik dan Internet

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:57
Badai Matahari Melanda Bumi Sebabkan Gangguan Listrik dan Internet

LIMAPAGI - Fenomena badai Matahari sedang melanda Bumi. Hal ini menyebabkan munculnya cahaya aurora di sebagian wilayah, salah satunya di New York, Amerika Serikat.

Keindahan cahaya aurora bahkan bisa dilihat langsung tanpa bantuan optik apapun. Namun di balik itu, terdapat potensi berbahaya bagi Bumi.

Suar Matahari besar, atau coronal mass ejection (CME), terdeteksi muncul pada Sabtu (9/10) seiring dengan naiknya aktivitas Matahari atau maksimum solar. Lalu suar tersebut menghantam Bumi pada (11/10).

Melansir dari Space, Kamis (14/10/2021) Sebagai informasi, setiap 11 tahun, aktivitas Matahari mengalami penurunan atau peningkatan.

Dampak Badai Matahari
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) memperingatkan bahwa badai Matahari ini akan menjadi peristiwa kategori G2 yang cukup kuat.

Badai Matahari dalam skala G2 memiliki beberapa dampak bahaya, seperti gangguan satelit orbit Bumi, gangguan pembangkit listrik, dan lainnya.

Sebelumnya, telah ada studi yang memperingatkan, fenomena badai Matahari kali ini bisa menyebabkan dunia mengalami kiamat internet.

Studi ini berjudul Solar Superstorm: Planning for an Internet Apocalypse' yang ditulis oleh Sangeetha Abdu Jyothi dari University of California, Irvine, dalam konferensi komunikasi data SIGCOMM 2021.

Jyoti menuliskan, kemajuan teknologi modern bertepatan dengan periode aktivitas Matahari yang lemah. Pada kondisi ini, Matahari menjadi lebih aktif.

Matahari memang selalu menghujani Bumi dengan kabut partikel magnet yang dikenal sebagai angin matahari. Beruntungnya, Bumi memiliki perisai magnet yang dapat menghalangi angin listrik untuk mencegah kerusakan nyata pada Bumi atau penghuninya.

Namun setiap satu abad atau lebih, angin yang dihembuskan Matahari dapat meningkat dan berubah menjadi badai Matahari dahsyat.

Besarnya partikel elektromagnetik saat badai Matahari yang dapat berdampak pada infrastruktur internet di Bumi. Sehingga, badai tersebut membuat sebagian besar masyarakat offline selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan cuaca luar angkasa yang ekstrem berdampak langsung ke Bumi antara 1,6 hingga 12 persen setiap dekade.

Artikel Asli