Polisi Bakal Periksa Pengelola Apartemen Kalibata City soal Prostitusi Anak

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:10
Polisi Bakal Periksa Pengelola Apartemen Kalibata City soal Prostitusi Anak

LIMAPAGI - Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersil (PSK) di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Terbaru, polisi berencana memeriksa pengelola apartemen Kalibata City sebagai saksi. Pasalnya, penyewaan unit terhadap para pelaku merupakan tanggung jawab pengelola atau pemilik.

Kalau memang diperlukan akan kita periksa pengelolanya sebagai saksi. Karena bagaimanapun sudah menjadi kewenangan pemilik kamar untuk menyewakan, ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah, dalam keterangannya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Namun, Azis enggan menyimpulkan ada tidaknya keterlibatan pengelola terkait prostitusi ini. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan jaksa untuk melihat konstruksi persangkaannya terlebih dahulu.

Belum menyimpulkan ke arah sana ya. Masih kita konstruksi persangkaannya aja dulu dari pasal yang ada dan alat bukti. Jika itu cukup ya sudah. Tapi kalau ada petunjuk dari JPU, ya kita lakukan pemeriksaan sebatas saksi, terangnya lagi.

Sebagai informasi, sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan berhasil meringkus 5 orang mucikari yang melakukan eksploitasi terhadap duaanak di bawah umur. Keduaremaja tersebut bekerja sebagai PSK online di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Kelima tersangka tersebut di antaranya AM (36) selaku penyewa apartemen dan menampung tempat korban, CD (25) selaku pengantar jemput korban.

Sedangkan FH (18), AL (19), dan DA (19) menjajakan korban melalui open booking online melalui aplikasi Mi Chat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari laporan anak hilang pada September 2021. Disebutkan remaja tersebut hilang kontak selama dua pekan.

"Kami amankan para pelaku penjaja prostitusi online, ada lima orang. Pengungkapan ini awalnya dari laporan anak hilang," ujar Kombes Azis dalam Jumpa Pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurut Azis, orang tua salah satu korban awalnya melaporkan anaknya hilang. Setelah dilakukan penyelidikan, korban diketahui berada di Apartemen Kalibata. Dua remaja tersebut dijajakan melalui aplikasi Mi Chat.

"Ternyata anak tersebut menjadi korban prostitusi online melalui Mi Chat. Di apartemen itu kami temukan juga beberapa laki-laki yang bertindak sebagai mucikari," jelasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dikenakan Pasal 88 jo 76 (i) atau Pasal 83 jo 76 (f) atau Pasal 81 jo 76 (d) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Artikel Asli