Komnas HAM Minta Ada Efek Jera ke Polisi yang Lakukan Kekerasan di Luar Protap

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:40
Komnas HAM Minta Ada Efek Jera ke Polisi yang Lakukan Kekerasan di Luar Protap

LIMAPAGI - Tindakan aparat polisi yang membanting seorang pendemo di Tangerang menuai sorotan luas. Bantingan tersebut sempat membuat sang mahasiswa kejang-kejang.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga langsung melakukan pemantauan awal begitu mendengar ada kejadian ini. Komnas HAM langsung menghubungi Kapolres Tangerang untuk berkoordinasi.

Kami sudah melakukan pemantauan awal atas peristiwa ini, dengan cara berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang. Pak Kapolres menginformasikan bahwa Propam dan Paminal dari Polda Banten dan Mabes Polri sudah turun melakukan pemeriksaan terhadap petugas tersebut, kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam video resminya, Kamis 14 Oktober 2021.

Choirul berharap pemeriksaan tersebut dilakukan dengan profesional, transparan dan akuntabel. Sehingga kemudian ada efek jera terhadap pelaku dan mencegah ada kejadian serupa terulang di masa depan.

Dan menjadi satu efek jera ketika ini ada kekerasan, ada pelanggaran, kepada siapapun petugas kepolisian untuk tidak melakukan hal yang serupa. Dan kami ingatkan bahwa Pak Kapolri juga mengatakan bahwa pendekatannya agar humanis, ujar Choirul.

Dia menegaskan bahwa tindakan membanting pendemo tersebut melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. Termasuk juga melanggar prosedur tetap kepolisian.

Kami meyakini ini melanggar protap internal kepolisian. Oleh karenanya ini diupayakan agar jangan terulang kembali, kata Choirul.

Sebelumnya, beredar video anggota polisi membanting seorang mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021. Demonstrasi digelar oleh Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.

HIMATA Banten Raya meminta agar sejumlah permasalahan di Kabupaten Tangerang diselesaikan. Namun, kemudian aksi berubah menjadi kericuhan. Saat kericuhan inilah Brigadir NP membanting salah satu mahasiswa bak adegan Smackdown.

Aksi Brigadir NP membuat korban sempat kejang-kejang. Hal itu membuat sejumlah orang yang berada di lokasi termasuk anggota polisi lain berusaha menyadarkannya.

Artikel Asli