Versi Polisi, Mahasiswa yang Dismackdown Polisi karena Tetap Ngotot Bertemu Bupati

radartegal | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:00
Versi Polisi, Mahasiswa yang Dismackdown Polisi karena Tetap Ngotot Bertemu Bupati

Kronologis aksi Brigadir NP yang membanting mahasiswa saat pengamanan aksi demo mahasiswa di depan Kantor Pemkab Tangerang, Rabu (13/10), dijelaskan Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro. Aksi smackdown itu dilakukan Bripda NP.

Sebelum kejadian itu, ungkap Wahyu, aksi demo berjalan damai.Namun mulai memanas setelah masa aksi memaksa masuk komplek Pemkab Tangerang dan bertemu dengan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan dari elemen mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat, ujar Wahyu di Mapolresta Tangerang, Rabu (13/10) malam, seperti yang dilansir PojokSatu.id.

Akan tetapi, Bupati Tangerang disebut tak bisa menemui massa aksi. Kebetulan Bapak Bupati sedang melaksanakan kegiatan HUT, sehingga tidak bisa menemui, jelasnya.

Mendapati hal itu, massa aksi bersikeras agar Bupati Tangerang keluar untuk menemui mahasiswa. Namun dari pihak mahasiswa tetap ngotot bertemu dengan Bupati dan harus Bupati yang menemui, ujarnya.

Lantaran tetap tak ditemui Bupati Tangerang, hal itu membuat massa aksi tak terima. Sehingga yang terjadi kemudian, massa aksi terlibat aksi saling dorong dengan petugas yang melakukan pengamanan di lokasi.

Dari situlah terjadi dorong-mendorong, sehingga kita amankan satu orang awalnya yang memprovokasi, kata Wahyu.

Saat itulah kemudian kericuhan terjadi dimana sejumlah mahasiswa diamankan polisi. Salah satunya adalah Faris yang kemudian di-smackdown oleh Brigadir NP.Dan, timbul salah satu dari korban atas nama MFA, jelas Wahyu.

Dari kejadian itu, pihaknya mengamankan total 19 massa aksi yang digelar lima elemen mahasiswa itu. Wahyu menyebut, salah satu elemen itulah yang menjadi biang kericuhan.

Yang empat, selebihnya aman tidak ada kericuhan. Hanya satu komponen elemen mahasiswa yang sempat terjadi kericuhan, kata dia. (pojoksatu/zul)

Artikel Asli