Saat Mensos Risma vs Mahasiswa Debat Sengit soal Bansos di Lombok Timur

jatimtimes.com | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:09
Saat Mensos Risma vs Mahasiswa Debat Sengit soal Bansos di Lombok Timur

JATIMTIMES - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma kembali menjadi sorotan. Pasalnya, Risma dikabarkan debat sengit dengan 2 orang yang diduga aktivis mahasiswa di Lombok Timur pada Rabu, (13/11/2021).

Risma mengunjungi Lombok Timur untuk menindaklanjuti laporan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) di NTB. Peristiwa itu pun terekam kamera dan beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak Risma dikerubungi petugas dan masyarakat sekitar. Risma lalu berdebat dengan beberapa warga diduga mahasiswa terkait kedatangannya di Lombok Timur.

"Ini Lombok Timur bu, kami menyampaikan fakta, kami tahu sengkarut bansos di sini. Ini tempat oknum supplyer, kenapa ibu ke sini?" ujar seseorang di video itu.

"Kamu jangan fitnah aku ya. Dengerin, kamu berhak ngomong, aku juga berhak ngomong," jawab Risma dengan nada tinggi.

Risma tidak tahu bahwa tempat yang ia datangi itu adalah tempat supplyer bansos. Ia juga tidak tahu terkait oknum bansos yang dituduhkan oleh warga tersebut.

"Kalau bukan niat baik saya, ngapain saya ke sini, saya tidak tahu ini supplyer atau tidak, saya menteri tidak ngurus itu," kata Risma lagi.

Risma juga meminta 2 orang tersebut untuk memberikan data jika memang ada kecurangan dalam penyaluran bansos di NTB.

"Kalau Anda mau perjuangkan, silahkan, datanya saya tunggu," tutur Risma.

Dari konfirmasi yang dikutip melalui CNN Indonesia, 2 orang yang mengatasnamakan mahasiswa itu mendatangi Risma di tempat pemasok Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Lombok Timur. Sekelompok mahasiswa itu lantas menyampaikan kritik pada Risma karena bansos tidak tepat sasaran dan banyak oknum di NTB.

"Tiba-tiba seperti itu langsung teriak-teriak ke Ibu Risma," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Diketahui, Risma melakukan kunjungan kerja di Lombok Timur untuk melakukan pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), monitoring, dan evaluasi penyaluran bansos. Dalam kunjungan kerja itu, Risma menemukan masih banyak bansos Program Keluarga Harapan (PKH) yang ternyata belum tersalurkan karena kesulitan mengakses bantuan, rekening terblokir, hingga saldo kosong.

Artikel Asli