Luas Panen Jagung Meningkat, Harganya Bikin Petani Tersenyum

suarantb | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 01:37
Luas Panen Jagung Meningkat, Harganya Bikin Petani Tersenyum

Mataram (Suara NTB) Tahun ini tampaknya menjadi tahun yang menggembirakan bagi petani jagung. Dinas Pertanian Provinsi NTB, mencatat, luas area pertanian untuk komoditi Jagung terus meningkat. Harga jagung juga saat ini tinggi, menembus Rp5.000 per kilogram

Pada September 2021, luas areal panen jagung di NTB mencapai 12.462 hektar, atau setara dengan angka produksi 58.368 ton. Selanjutnya Oktober 2021, areal yang akan dipanen turun seluas 8.281 hektar, atau setara dengan produksi 38.785 ton. Tapi kemudian meningkat tajam pada November 2021 sekitar 53.926 ton produksi.

Data itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi. Panen paling luas, terjadi pada bulan November dan Desember. Karena bersamaan dengan musim hujan, hampir semua lahan tadah hujan dapat dimanfaatkan.

Secara nasional, saat ini mengemuka rencana pemerintah melakukan impor jagung. Karena dianggap ketersediaan stok jagung di dalam negeri tidak mencukupi.

Harga jagung juga saat ini tinggi, menembus Rp5.000 per kilogram. Sehingga impor atau tidaknya, kata kepala dinas, sepenuhnya mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Tentunya pemerintah mengambil kebijakan tidak dilihat dari satu sisi, melainkan dari dua sisi yang berbeda. Kepentingan peternak (jagung sebagai bahan baku pakan), dan kepentingan petani (sebagai produsen). Tapi by data, kita mencukupi untuk kebutuhan peternak, jelas Riadi.

Terhadap harga saat ini, menurutnya, jadi peluang bagi petani menikmati harga yang tinggi agar terus tertekan. Namun di sisi lain, kata Riadi, harga tinggi tidak harus berlanjut tinggi karena akan berdampak pada peternak.

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpu menyampaikan, data Kementerian Pertanian bahwa Indonesia akan panen jagung sebanyak 15 juta ton. Kemudian untuk kebutuhan konsumsi 13 juta ton. Berarti ada kelebihan sampai 2 juta ton.

Sisa produksi tahun 2020 yang masuk ke 2021 masih sebanyak 1 jutaan ton. Artinya total ada 3 juta ton cadangan. Setelah pengurangan 13 juta ton (untuk konsumsi maupun pakan ternak). Kalau saat panen terjadi dinamika harga, itu adalah bagian lain yang harus ditangani secara bersama-sama, demikian Mentan.

Sementara itu, angka produksi jagung di Provinsi NTB sudah mencapai 1,6 juta ton lebih. Sudah mendekati target produksi tahun 2021 ini sebanyak 1,7 ton.

Capaian produksi jagung ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, di sela-sela mengikuti panen serentak nasional bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo secara daring belum lama ini.

Di NTB, panen serentak juga dilakukan diseluruh Kabupaten/kota, kecuali Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Saat melakukan panen jagung di Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur sebelumnya, Riadi mengatakan, produksi jagung di NTB terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2021 ini, ia meyakini target prooduksi akan tercapai, bahkan melampaui. (tim)

Artikel Luas Panen Jagung Meningkat, Harganya Bikin Petani Tersenyum pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli