Urus Kemiskinan Ma’ruf Nanggung Beban Maha Berat

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:50
Urus Kemiskinan Ma’ruf Nanggung Beban Maha Berat

Wapres KH Maruf Amin menanggung beban yang maha berat. Dia mendapat tugas mengurus kemiskinan ekstrem.

Setelah mengunjungi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemarin giliran Maluku yang disambangi Maruf untuk urus kemiskinan ekstrem. Maruf yang didampingi istri Wury Estu Handayani beserta rombongan, terbang menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara.

Mereka bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.00 WIB dan tiba pukul 12.25 WIT di Bandara Pattimura, Ambon. Maruf tampil mengenakan setelan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.

Setibanya di lokasi, Maruf dan rombongan disambut Gubernur Maluku, Murad Ismail dan istri serta perwakilan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.

Selanjutnya, eks Ketua Umum MUI itu langsung menuju ke Kantor Gubernur Maluku untuk memimpin Rapat Koordinasi tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Lima Kabupaten di Maluku. Di antaranya Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya.

Dalam rapat yang berlangsung lebih dari 2 jam itu, Maruf menyoroti penyaluran bantuan program penanggulangan kemiskinan masih belum berjalan optimal. Karena masih ada data rumah tangga miskin ekstrem yang tidak sesuai, sehingga para penerima bantuan tidak tepat sasaran. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana bantuan tersebut harus tepat sasaran, kata Maruf.

Maruf mengungkapkan, program penanggulangan kemiskinan ekstrem merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi. Kepala Negara mendesak agar program ini dapat diselesaikan hingga 2024.

Untuk mengentaskan kemiskinan di Maluku, kata Maruf, akan mengoptimalkan program Pemprov Maluku yang sudah ada, seperti program bansos dan program pemberdayaan masyarakat.

Usai memimpin rapat, Maruf meninjau produk pemberdayaan masyarakat industri mikro dan kecil dan menengah (IMKM), yang diupayakan sebagai salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan masyarakat. Selain itu, Maruf juga meninjau program penyediaan listrik untuk masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Maluku Tengah.

Usai mengunjungi Maluku, rencananya hari ini Maruf akan bertolak ke Papua Barat. Tujuannya masih sama, mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mendengar laporan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengenai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9/2020 tentang percepatan pembagunan Papua dan Papua Barat. Setelah itu, Maruf melanjutkan kunjungan kerja di Jayapura, Papua, sekaligus menutup kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, angkat bicara mengenai tugas Maruf mengatasi kemiskinan ekstrem. Menurutnya, ada dua pola yang dilakukan Maruf untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Pertama, pendekatan kebutuhan yang sifatnya survival dengan memberikan bansos. Nggak ada makanan kita kasih makanan, jelas Masduki saat dihubungi Rakyat Merdeka , kemarin.

Kedua, pemberdayaan dengan mentransfer sejumlah program yang sifatnya tidak hanya bergantung kepada orang lain atau pemerintah untuk dibantu. Tapi juga harus punya kemandirian untuk membangun ekonomi dirinya dan keluarganya.

Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, tugas Maruf mengurangi kemiskinan esktrem sangat berat. Ditambah, ada pandemi Corona yang membuat orang banyak kehilangan pendapatan.

Penanganan kemiskinan di daerah membutuhkan inovasi dan terobosan konkret yang sifatnya berkelanjutan, tukas Trubus kepada Rakyat Merdeka . [UMM]

Artikel Asli