Puncak Banjir dan Rob di Ibu Kota Kemungkinan di Awal 2022

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:31
Puncak Banjir dan Rob di Ibu Kota Kemungkinan di Awal 2022

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkirakan puncak musim hujan dan potensi rob di Ibu Kota pada rentang waktu Januari hingga Februari 2021.
"Dalam mengantisipasi genangan atau banjir maka diperlukan kesiapsiagaan sumber daya di DKI Jakarta," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto pada apel kesiapsiagaan di Lapangan Silang Monas, Rabu (13/10).
Dia menjelaskan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode September hingga November 2021 terdapat potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Sedangkan, puncak curah hujan dan potensi rob diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.
Sementara itu, terkait pengerahan potensi sumber daya di Jakarta untuk mengantisipasi puncak musim hujan telah disiagakan sekitar 60 ribu hingga 70 ribu personel termasuk di dalamnya keterlibatan masyarakat dan relawan.
Ia juga meminta masyarakat untuk senantiasa bersiaga menghadapi puncak musim hujan tersebut. Sedangkan dari sisi pemerintah daerah, telah digelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Pada apel tersebut dihadiri 1.458 orang terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 280 orang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI sebanyak 610 orang, lembaga usaha, relawan penanggulangan bencana dan media sebanyak 568 orang.
Selain itu, pihaknya juga mengerahkan sejumlah peralatan di antaranya mobil operasional sebanyak 111 unit, motor operasional 45 unit, perahu 108 unit, tenda 16 unit, dan enam unit alat berat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Ibu Kota memiliki tiga ancaman saat puncak musim hujan yakni rob di pesisir utara, aliran air dari 13 sungai, dan hujan deras di dalam kota.
Pemprov DKI juga menggencarkan kegiatan mengatasi dampak musim hujan di antaranya gerebek lumpur di kali dan waduk sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur, dan dilanjutkan di empat wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021.
Pemprov DKI akan menambah pompa ekstra dan mengerahkan seluruh pompa baik mobile dan pompa pemadam kebakaran.
Anies menambahkan DKI juga menambah alat ukur curah hujan dari awalnya hanya tersedia di 10 kelurahan menjadi 267 kelurahan di Ibu Kota untuk antisipasi dampak musim hujan.

Ajak Warga
Anies mengajak warga mengantisipasi tiga ancaman saat puncak musim hujan yang berpotensi terjadi di Ibu Kota yakni rob di pesisir utara, aliran air dari 13 sungai dari sisi selatan, dan hujan deras di dalam kota.
"Ibu Kota secara topografis berada di daratan rendah, di sisi selatan ada pegunungan dan utara ada lautan," kata Anies ketika memimpin apel kesiapsiagaan saat musim hujan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, antisipasi pertama adalah di pesisir utara Jakarta ketika permukaan air laut tinggi sehingga berpotensi terjadi rob dan saat bersamaan terjadi hujan deras. Akibatnya, aliran sungai menuju muara akan bertemu dengan permukaan air laut yang lebih tinggi.
Kemudian, di sisi selatan yakni pegunungan dan mengalirkan air melalui 13 sungai yang masuk di Jakarta. Dia menjelaskan 13 sungai tersebut memiliki kapasitas daya tampung air mencapai 2.300 meter kubik per detik.
Terakhir, lanjut Anies, hujan deras yang terjadi di dalam kota. DKI, lanjut dia, memiliki drainase yang mampu menampung air akibat curah hujan maksimal 100 milimeter per hari.

Artikel Asli