Kemenparekraf Serahkan Sertifikat CHSE untuk Pelaku Usaha

radarjogja | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:24
Kemenparekraf Serahkan Sertifikat CHSE untuk Pelaku Usaha

JOGJA Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyerahkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) kepada lima pelaku usaha pariwisata wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kelimanya, Museum Gunungapi Merapi, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Hotel Kotta GO Yogyakarta, De Mangol Resto and Picnic Ground, dan Kolona Kitchen and Coffee.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Inspektur Utama Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma didampingi Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Penyerahan berlangsung dalam Rapat Pimpinan Nasional PT Sucofindo (Persero), yang juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun ke-65 Sucofindo yang jatuh pada 22 Oktober 2021.

Restog Krisna Kusuma mengatakan Sucofindo sebagai salah satu Lembaga Sertifikasi yang terkemuka di Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam menjamin kualitas sistem manajemen, kualitas produk, dan proses pendukungnya agar dapat memberikan jaminan kepada pihak ketiga yang membutuhkan khususnya di masa pandemi ini.

Salah satu sektor yang terdampak di masa pandemi ini adalah Industri Pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk menjaga resiliensi industri dan usaha pariwisata. Salah satunya dengan menerapkan standar protokol kesehatan bagi usaha pariwisata agar jumlah wisatawan kembali meningkat dan sektor pariwisata bangkit kembali, yaitu melalui inisiasi program CHSE dari Kemenparekraf, papar Restog.

Program CHSE ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan PT Sucofindo (Persero) sebagai pelaksana proses audit dan sertifikasi. Kami berterima kasih, atas pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan Sucofindo, yaitu dalam melaksanakan sertifikasi bagi usaha pariwisata sesuai kriteria dan kecukupan kuota yang ditetapkan dalam Kemenparekraf, sehingga program CHSE sejauh ini berjalan baik dan inshaAllah dapat mencapai 12 ribu usaha pariwisata yang bisa tersertifikasi hingga akhir tahun 2021, jelas Restog.

Pada kesempatan Rapat Pimpinan Nasional PT Sucofindo (Persero) tersebut, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyampaikan bahwa program sertifikat CHSE Kemenparekraf ini, juga selaras dengan komitmen Sucofindo. Yakni dalam upaya membantu pemulihan ekonomi nasional, kata Mas Wigrantoro.

Dalam upaya memulihkan ekonomi nasional, PT Sucofindo (Persero) melalui peranannya sebagai BUMN Jasa Survei akan terus adaptif mencipta inovasi dan berkolaborasi untuk membantu para pelaku usaha. Hal ini selaras dengan tema Rapimnas 2021 ini, yaitu Peningkatan Pertumbuhan Bisnis Sucofindo Melalui Inovasi dan Kolaborasi antar Anggota Holding Jasa Survei, kata Mas Wigrantoro.

Bentuk komitmen ini menurut Mas Wigrantoro sejalan dalam pencapaian Visi dan Misi Sucofindo, khususnya mampu menciptakan nilai ekonomi kepada para pemangku kepentingan melalui layanan jasa inspeksi, pengujian, sertifikasi, konsultansi serta jasa terkait lainnya untuk menjamin kepastian berusaha.

Berbagai Inovasi yang dimiliki Sucofindo untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, di antaranya adalah penunjukan Sucofndo sebagai Lembaga Pemeriksa Halal oleh BPJPH. Sucofindo dilengkapi dengan peralatan uji laboratorium dengan teknologi Digital Droplet PCR; Jasa monitoring limbah dengan menggunakan Teknologi Sistem Informasi atau SPARING, dan Pengujian & Kalibrasi berbagai Alat kesehatan; Type Approval Alat Komunikasi, Digital Survey, Inspection Geo Survey.

Inovasi yang telah dilakukan Sucofindo menurut Mas Wigrantoro dapat diproyeksikan memacu target pendapatan PT Sucofindo (Persero) di tahun 2022. Kemudian, kolaborasi Holding Jasa Survei, diharapkan mampu melebarkan sayap dan meningkatkan skala bisnis BUMN Jasa Survei. (*/iwa/dwi)

Artikel Asli