Ingin Pemilu 2024 Berkualitas Wasit Pemilu Jangan Anti Parpol

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:25
Ingin Pemilu 2024 Berkualitas Wasit Pemilu Jangan Anti Parpol

Tim Seleksi Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah terpilih. Tim yang dikomandoi Juri Ardiantoro itu diharapkan bisa memilih personel dua lembaga itu, yang dapat membangun komunikasi dengan partai politik.

Kebutuhan Pemilu 2024, tidak hanya kualitas, tapi juga integritas. Perencanaan yang baik itu 50 persen keberhasilan, ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Muhammad, di webinar bertajuk Mencari Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI Periode 2022-2027, kemarin.

Menurutnya, Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 merupakan pesta demokrasi yang istimewa. Sebab, masyarakat akan memilih calon legislatif (DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten atau Kota), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Pemilihan Presiden secara bersamaan.

Kemudian pada November 2024, masyarakat juga akan mengikuti Pilkada Serentak. Ada tiga masalah langganan pesta demokrasi yang harus diantisipasi. Yaitu, akurasi daftar pemilih, kepesertaan Pemilu, dan penghitungan suara. Kalau semua itu beres, pesta demokrasi akan berjalan baik, ucapnya.

Mantan Ketua Bawaslu ini berharap, para wasit pesta demokrasi nanti tidak kaku dengan peserta Pemilu, khususnya partai politik. Saya harus tegaskan ini. (KPU-Bawaslu) tolong bukan anti parpol, jangan kaku banget. Komunikasi politiknya harus dibangun, ingatnya.

Tidak bisa dipungkiri, kemandirian KPU-Bawaslu harus bisa terjaga, tapi tanpa berdiskusi dengan Pemerintah, DPR, dan parpol, mereka tidak bisa bertugas. Kalau anti partai, Anda akan tersesat. Kesulitan. Karena aspirasi rakyat itu keluar dari lisan partai, ungkapnya.

Muhammad memberikan kisi-kisi jaga jarak aman para komisioner dengan parpol. Misalnya, jangan bertemu berdua di cafe. Silakan berdiskusi di kantor KPU atau Bawaslu, dan ajaklah staf atau komisioner lain untuk mencegah preseden buruk.

Gayung bersambut, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (OKK DPP) Partai Gerindra, Prasetyo Hadi mengamini pentingnya komunikasi antara peserta dan wasit Pemilu. Apa yang disampaikan Prof Muhammad itu benar. Kita harus mampu menemukan figur penyelenggara yang memiliki kualifikasi itu, ujarnya.

Anggota Komisi II DPR ini mengamini, tidak mudah menemukan Komisioner se ideal yang diharapkan. Meski begitu, Partai Gerindra ingin tercipta kesetaraan berkontestasi dalam Pemilu.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari, Nurcahyono juga mengamini pentingnya netralitas penyelenggara Pemilu di sebuah pesta demokrasi. Dia mengingatkan, agar Komisioner KPU dan Bawaslu nantinya jangan menciptakan standar ganda antar parpol. Imparsial atau tidak memihak itu erat dengan integritas, ujar Ari.

Sementara Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Saan Mustopa mengatakan, para petinggi KPU dan Bawaslu harus diisi orang-orang dengan kemandirian kuat. Dia yakin dengan kemampuan 11 Anggota Timsel pilihan Presiden Joko Widodo itu.

Timsel ini adalah hulunya proses tata kelola Pemilu 2024. Hilirnya, itu output berupa lahirnya pemimpin berintegritas, ujarnya. [BSH]

Artikel Asli