Tetap Waspada Dan Disiplin Prokes Jangan Sampai Lonjakan Kasus Negara Tetangga Menulari Kita

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:20
Tetap Waspada Dan Disiplin Prokes Jangan Sampai Lonjakan Kasus Negara Tetangga Menulari Kita

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes), meski pandemi Covid-19 mulai terkendali. Jangan sampai, kelalaian menyebabkan kasus Corona di negara tetangga menular ke Indonesia.

Diketahui, negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, juga Australia, tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny B Harmadi mengatakan, perilaku disiplin mematuhi prokes menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penanganan pandemi.

Kita harus tetap waspada. Jangan sampai terjadi gelombang ketiga atau lonjakan kasus seperti kemarin, ujar Sonny saat diskusi virtual, kemarin.

Angka kasus aktif Covid-19 Tanah Air saat ini sudah menurun sekitar 95,74 persen dari puncaknya, pada Juli. Penurunan kasus ini terus konsisten selama 11 minggu. Malah, pada pekan terakhir terjadi penurunan kasus aktif sekitar 8.446. Jadi sangat rendah, imbuhnya.

Tetapi diingatkannya, Badan Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) belum mencabut status pandemi. Tetap ada risiko penularan, wanti-wanti Sonny.

Sementara, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting mengatakan, strategi pengendalian Covid-19 di Indonesia yang menekankan pada penanganan dari hulu hingga hilir menunjukkan hasil positif. Meski demikian, pemerintah tak henti mengingatkan masyarakat tetap waspada. Soalnya, virus Corona masih ada.

Pelaksanaan tiga pilar pengendalian Covid-19 juga terus dilakukan sebagai upaya untuk memastikan pandemi tetap terkendali.

Tiga pilar tersebut adalah penerapan prokes memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, (3M), percepatan vaksinasi serta penguatan testing, tracing, treatment (3T) di lapangan.

Prokes menjadi bagian dari kehidupan kita, sampai pandemi kelak dicabut. Selain itu, masih ada tugas untuk meningkatkan cakupan vaksinasi agar tidak ada yang tertinggal, termasuk kaum disabilitas dan lansia, tuturnya.

Alexander bilang, perkembangan angka positivity rate Covid-19 secara nasional, kini terpantau berada di bawah 2 persen. Sementara, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di bawah 10 persen.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G Partakusuma menyatakan, pihaknya menginstruksikan kepada rumah sakit tetap siaga, menyiapkan tempat tidur untuk Covid-19, dan melakukan pemisahan antara pasien yang terinfeksi dan tidak.

Sebab, mulai September dan awal Oktober, rumah sakit sudah membuka layanan untuk pasien non Covid-19.

Tugas berat untuk memisahkan alur pasien, agar pasien non Covid-19 ini aman, sehingga ada ketentuan ketat untuk skrining di rumah sakit, beber Lia.

Diingatkannya, perkembangan virus Corona masih sangat dinamis. Karena itu, upaya menemukan varian mutasi virus pun terus dilakukan. Terutama, ketika ditemukan gejala klinis yang berbeda.

Jangan euforia karena merasa sudah divaksin dan Covid-19 di Indonesia terkendali. Belajar dari negara tetangga, lonjakan kasus harus selalu diwaspadai, ingatnya. [DIR]

Artikel Asli