Kasus Korupsi Pengolahan Anoda Logam Ditetapkan Tersangka, Direktur PT Loco Montrado Gugat KPK

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:10
Kasus Korupsi Pengolahan Anoda Logam Ditetapkan Tersangka, Direktur PT Loco Montrado Gugat KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi dalam kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan PT Loco Montrado (LM) tahun 2017.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan perkara ini sudah masuk tahap penyidikan.

KPK belum dapat menjabarkan mengenai konstruksi lengkap perkaranya, pasal yang disangkakan, serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, katanya.

Jubir berlatar jaksa ini mengatakan, tim penyidik masih terus melengkapi dan mengumpulkan alat bukti. Juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui perkaranya.

Sejauh ini, penyidik telah melakukan penggeledahan di Jakarta, Banten dan Kalimantan Barat. Hasilnya, diperoleh sejumlah barang bukti yang selanjutnya disita.

Berdasarkan penelusuran, penyidik KPK pernah menggeledah kantor PT Simba yang berlokasi di Dusun Coklat, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, pada Jumat (17/09/2021).

Perusahaan yang bergerak di bidang pergudangan dan dermaga itu merupakan milik Siman Bahar.

Petugas KPK datang ke perusahaan tersebut menggunakan empat mobil. Mereka dikawal kepolisian berseragam.

Ada dua ruangan di kantor PT Simba yang digeledah. Satu unit komputer yang terletak di lantai satu sempat dioprek petugas KPK.

Penggeledahan mulai pukul 10.45 WIB. Berakhir pukul 13.00 WIB. Tim KPK juga mendokumentasikan dermaga milik PT Simba.

Komisaris PT Simba, Mery mengaku tidak mengetahui penggeledahan yang dilakukan KPK di perusahaannya.

Dia menyarankan menanyakannya kepada Direktur Utama PT SIMBA, Tan Tjun Hwa. Ketika dikonfirmasi wartawan, Tan Tjun Hwa mengaku hadir saat tim KPK melakukan penggeledahan. Tetapi, dia tidak mengetahui terkait kasus apa.

Sepekan setelah penggeledahan itu, Siman mendaftarkan praperadilan terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Direktur PT Loco Montrado itu menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka.

Informasi di situs PN Jakarta Selatan, gugatan ini didaftarkan pria bernama asli Bong Kin Phin itu pada 22 September 2021. Diregister sebagai perkara nomor 90/Pid.Pra/2021/PN JKT.SEL.

Siman meminta hakim menyatakan penetapannya dirinya sebagai tersangka KPK berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik/40/DIK.00/01/08/2021, tanggal 19 Agustus 2021, tidak sah.

Oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyaikekuatan hukum mengikat, tuntut Siman.

Selanjutnya, importir emas itu meminta hakim agar memerintahkan KPK membatalkan penetapan dirinya sebagai tersangka, dan menghentikan penyidikan yang dilakukan terhadapnya.

Siman juga meminta KPK memulihkan nama baiknya berikut hak dan kedudukan serta martabatnya.

Apabila yang terhormat hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa permohonan a quo berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya atau ex aequo et bono , penutup gugatan Siman.

Gugatan Siman terhadap KPK mulai disidangkan pada Selasa (12/10/2021). Namun hakim memutuskan menunda sidang. Sidang dilanjutkan pada Senin pekan depan (18/10/2021). [BYU]

Artikel Asli