Gagal Emban Tugas Saat Pilkada Sabu Raijua Ketua KPU Dan Komisioner Dipecat

rm.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:05
Gagal Emban Tugas Saat Pilkada Sabu Raijua Ketua KPU Dan Komisioner Dipecat

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akhirnya membacakan putusan sidang etik kepada lima anggota KPU Sabu Raijua. Dalam putusannya, penegak etik penyelenggara ini menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari jabatan kepada Ketua KPU Kabupaten Sabu Raijua, Kirenius Padji.

Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Ketua kepada Teradu I, Kirenius Pajdi selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua sejak putusan ini dibacakan, kata Ketua Majelis, Alfitra Salamm, dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Putusan terhadap Kirenius adalah hasil sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara nomor 165-PKE-DKPP/IX/2021.

Dalam perkara yang sama, Alfitra menambahkan, DKPP juga menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Ketua Divisi kepada Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua, Sussana V Edon.

Sementara tiga Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua lainnya yang menjadi Teradu dalam perkara ini, yaitu Agustinus V Mone, Daud Pau, dan Alpius P Saba, masing-masing dijatuhi sanksi Peringatan Keras.

Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Teradu V, Susanna V Edon selaku Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua sejak putusan ini dibacakan, ujar Alfitra.

Diketahui, dalam perkara nomor 165-PKE-DKPP/IX/2021, seluruh komisioner KPU Kabupaten Sabu Raijua diadukan oleh Erben K A Riwu Ratu. Ketua dan empat Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua tersebut didalilkan tidak teliti, tidak jujur, tidak cermat bahkan lalai menjalankan tugas dan kewenangan dalam proses tahapan verifikasi sehingga meloloskanCalon Bupati Sabu Raijua Nomor Urut 2 yakni Orient Patriot Riwu Kore yang masih berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat.

Pengadu menduga adanya unsur kesengajaaan para Teradu lolosnya Orient Patriot Riwu Kowe sebagai peserta dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua pada 2020. Saat proses verifikasi calon, para Teradu disebut Erben telah mendapatkan warning berupa surat peringatan dari Bawaslu Sabu Raijua. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh para Teradu.

Dalam sidang pemeriksaan yang digelar pada 1 Oktober 2021, Erben menyebut, dugaan para Teradu sengaja mengesapingkan adanya kejanggalan alamat tempat tinggal Orient Patriot Riwu Kore pada NPWP dan KTP yang tidak sama saat proses verifikasi calon.

Anggota Majelis DKPP, Ida Budhiati menambahkan, dalam pertimbangan putusan, DKPP menemukan, enelusuran dan klarifikasi terhadap informasi kewarganegaraan Calon Bupati atas nama Orient Patriot Riwu Kore justru dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua, sebagai bentuk pengawasan terhadap keterpenuhan syarat calon. Hal ini terungkap dalam sidang pemeriksaan DKPP pada 1 Oktober 2021.

Bawaslu Sabu Raijua, sebut Ida, juga telah memberikan peringatan kepada para Teradu melalui surat nomor 08/Bawaslu-SR/II/2021. DKPP menilai, ujarnya, para Teradu seharusnya responsif dan cepat melakukan penelusuran dan klarifikasi kepada instansi terkait, guna memastikan keterpenuhan syarat calon.

Sikap Para Teradu yang mencukupkan klarifikasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang tidak dibenarkan menurut hukum dan etika penyelenggara Pemilu, ujar Ida.

Atas fakta-fakta dan keterangan persidangan, lanjutnya, DKPP menilai, Kirenius Pajdi selaku Ketua KPU Kabupaten Sabu Raijua gagal mengemban tugas dan tanggung jawabnya memimpin KPU Kabupaten Sabu Raijua. Yakni dalam memastikan kebenaran dan keabsahan pemenuhan syarat calon Orient Patriot Riwu Kore.

Sebagai pemimpin, Kireninus disebut tidak memiliki sense of urgency terhadap krusial pemenuhan syarat kewarganeganegaraan calon peserta pemilihan. Akibatnya, kontestasi berjalan tidak fair dan adil. Sehingga, dilakukan koreksi oleh Mahkamah Konstitusi melalui putusan Nomor 133/PHP.BUP-XIX/2021 juncto putusan Nomor 135/PHP.BUP-XIX/2021.

Koreksi itu memerintahkan KPU Sabu Raijua melaksanakan Pemungutan Suara Ulang dengan mendiskualifikasi pasangan calon Nomor Urut 2 Orient Patriot Riwu Kore dan Thobias Uly.

Demikian pula dengan Susanna V Edon yang menjabat Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan. Dia disebut DKPP gagal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, memastikan seluruh syarat calon telah dilakukan verifikasi dan klarifikasi kepada instransi yang berwenang sesuai informasi/masukan/tanggapan yang disampaikan lembaga Pengawas.

Teradu V (Susanna-red) sebagai leading sector Divisi Teknis seharusnya memberi input kepada koleganya melalui forum pleno, untuk melakukan klarifikasi isu kewarganegaraan calon Orient Patriot Riwu Kore, tandasnya. [SSL]

Artikel Asli