PW NU Jatim Ingin Pemimpin yang Berani Lawan Intoleransi dan Radikal

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:50
PW NU Jatim Ingin Pemimpin yang Berani Lawan Intoleransi dan Radikal

JawaPos.com Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KHMarzuki Mustamar ingin agar sosok yang terpilih sebagai ketua umum PBNU tetap mempunyai figur sebagai seorang pemimpin yang berani melawan intoleransi dan radikal.

Kalau masih banyak aliran intoleransi radikal, memaksakan kehendak, lalu misal aliran itu masuk tetap harus ada ketua NU yang penuh untuk NKRI berani korbankan apapun, kata KH Marzuki Mustamar seperti dilansir dari Antara setelah pelantikan jajaran pengurus baru PC NU Kediri masa kidmat 20212026 di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo,Kediri, Jawa Timur, Rabu (13/10).

Dia mengakui, secara kelembagaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timurmemutuskan mendukung Kiai Haji Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya sebagai calon ketua umum Pengurus Besar NU periode 20212026 dalam Muktamar ke-34 di Lampung pada 2325 Desember.

Dia mengatakan, secara umum di NU ingin selamat. Yakni akidahnya selamat, lembaga selamat tidak diambil orang, ibadah juga tetap rajin, anak-anaknya selamat tidak kurang ajar, negara selamat tidak kena sistem yang ingin merebut NKRI dan Pancasila.

Menurut dia, selama ini figur ketua umum PB NU terpilih sesuai dengan zaman. Hal itu juga tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang memilihkan sosok ketua sesuai dengan zaman. Mulai era kepemimpinan almarhum KH Abdurrahman Wahidyang pada saat itu mulai masuk aliran bermacam-macam dari internasional ke Indonesia.

Kemudian banyak didirikan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama era kepemimpinan almarhum KHHasyim Muzadi. Hingga muncul aliran trans nasional dari ideologi asing yang seolah dipaksakan di Indonesia, di antaranya Wahabi, yang pada era kepemimpinan KH Said Aqil Siradjsecara kuat melawan ideologi itu.

Untuk ke depan, dia tidak tahu tantangannya seperti apa. Namun, jika masih banyak aliran-aliran intoleransi dan radikal di Indonesia, dibutuhkan figur yang kuat melawan ideologi tersebut.

Sementara itu, Ketua PC NU Kabupaten Kediri KHMuhammad Mamun Mahfud, yang juga hadir dalam pelantikan pengurus baru PC NUKediriyakin figur yang terpilih akan tepat pada waktunya sesuai dengan tantangannya.

Ke depan tidak tahu, tapi hari ini kan radikalisme dan orang-orang yang ingin mendongkel NKRI. Kuat tidak tapi ngeyel (keras kepala), kata Gus Mamun, sapaan akrabnya.

Dia juga menambahkan hingga kini belum ada pertemuan membahas calon-calon di Muktamar 2021. Namun, dari berbagai isu yang berkembang saat ini sudah santer nama-nama yang diunggulkan.

Kendati dari PW NU Jawa Timur sudah memberikan dukungan untuk Gus Yahya sebagai calon ketua umum PB NU, dari PC NU Kabupaten Kediri juga belum membahas secara resmi. Ini khan masih pengumpulan data dari kami. Bahwa kemudian ada edaran dari PW NU Jawa Timur yang sudah mendukung nama, belum disosialisasikan ke kami, tutur Gus Mamun.

PBNU akan menggelar Muktamar ke-34 di Lampung pada 2325 Desember. Rencananya lokasi Muktamar NU digelar di Lampung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena masih pandemi Covid-19. Kegiatan akan berlangsung dengan daring dan luring. Pemilihan ketua tanfidziyah atau ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulamadi Muktamar 2021 tersebut akan dilakukan dengan metode satu orang satu suara oleh para pemilik suara.

Artikel Asli