Masuk Survei Calon Ketum PBNU, KH Marzuqi Mustamar: Saya Mengalir Saja

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 05:30
Masuk Survei Calon Ketum PBNU, KH Marzuqi Mustamar: Saya Mengalir Saja

JawaPos.com- Melalui sidang pleno, PWNU Jatim telah memutuskan untuk mengusung dua nama dalam Muktamar ke-34 di Lampung, 23-25 Desember nanti. Yakni, KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Syuriah dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum tanfidziyah PBNU periode 2021-2026.

Sebetulnya, dari Jatim ada banyak tokoh atau kandidat lain yang juga layak menempati posisi ketua umum. Termasuk Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar. Namanya, juga muncul di beberapa lembaga survei. Namun, ketika dikonfirmasi Jawa Pos, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Sabilurrosyad, Malang, itu menolak berkomentar lebih jauh. Saya mengalir saja, ujar KH Marzuqi Mustamar singkat melalui pesan WhatsApp.

Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim Ahmad Fakhrur Rozi, keputusan mengusulkan nama KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf di muktamar ke-34 itu sudah bulat. Keputusan itu berangkat dari aspirasi para pemilih suara seluruh PCNU se-Jatim. Dukungan itu juga sudah atas persetujuan Rais Suriyah KH Anwar Manshur.

Setelah diputuskan oleh Rais Syuriah, yang lain tidak ada yang menyampaikan keberatan, kata Fakhrur, Rabu (13/10).

Dia menyebut, usulan duet KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf untuk memimpin NU 5 tahun ke depan dari PWNU Jatim itu sudah final dan mengikat. Sesuai poin ketiga dalam hasil rapat Selasa lalu (12/10), meminta seluruh pengurus NU se-Jatim untuk mengamankan keputusan itu, ungkapnya.

Bagaimana jika muncul calon lain dari PWNU Jatim? Fakhrur menyampaikan, secara organisasi bisa saja selama memenuhi syarat. Namun, pengurus tentu sudah terikat dalam hirarki keputusan. Pencalonannya pun harus diberangkatkan oleh PWNU Jatim. Nah, sejauh ini NU Jatim sudah memiliki calon sendiri untuk ketua umum. Yakni, KH Yahya Cholil Staquf. Jadi, tidak ada mandat (untuk calon lain, Red), paparnya.

Menanggapi hasil sejumlah lembaga survei, Fakhrur menyatakan sah-sah saja. Namun, pihaknya meragukan responden dalam survei tersebut salah sasaran. Bisa jadi, responden dalam survei itu bukan merupakan pemilik suara di muktamar. Pemilik suara hanya ketua cabang (PCNU) dan ketua wilayah (PWNU), jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya Dr Muhibbin Zuhri menyatakan, pihaknya tidak mau memberi pernyataan terkati dukung-mendukung kandidat. Yang terpenting, ada tiga bekal yang dibawa dalam muktamar ke-34 nanti. Bekal itu berupa harapan untuk PBNU. Pertama, atensi terhadap masalah keagamaan. Salah satunya isu radikalisme yang sejauh ini masih muncul dan membahayakan bagi bangsa ini.

Kedua, lanjut Muhibbin, terkait fundrising organisasi. Menurut dia, kemandirian organisasi perlu ditopang oleh satu kemampuan dari penggalangan dana untuk pelaksanaan program NU. Tujuannya, organisasi tidak gampang diintervensi pihak-pihak tertentu. Lalu, ketiga tentang ekonomi. NU perlu membuat program yang terstruktur. Mungkin tidak perlu banyak program. Misalnya, ada rencana pendirian lembaga keuangan syariah. Nah, kemudian itu petunjuknya dari atas sampai bawah, imbuhnya.

Artikel Asli