2-3 Tahun Lagi, Jokowi Optimis Mobil Listrik Akan Banyak Mengaspal di Indonesia

radartegal | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 05:20
2-3 Tahun Lagi, Jokowi Optimis Mobil Listrik Akan Banyak Mengaspal di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan mobil listrik buatan Indonesia akan mulai bermunculan pada 2 -3 tahun mendatang atau 2023-2024. Kepastian itu disebabkan, hilirisasi nikel di dalam negeri yang menghasilkan katoda baterai, besi antikarat dan juga baterai litium akan dilakukan.

Bapak-Ibu bisa lihat, tiga tahun lagi, 2-3 tahun lagi, yang namanya mobil listrik bermunculan dari negara kita, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (13/10).

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan tidak ada lagi ekspor nikel dalam bentuk mentah. Nikel merupakan komoditas bahan baku yang dapat diolah menjadi katoda baterai, besi antikarat dan juga baterai litium, yang merupakan komponen penting dalam struktur industri otomotif, termasuk manufaktur mobil listrik.

menurutnya, Indonesia Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah dari nikel, termasuk juga dari sumber daya alam lainnya seperti bauksit dan tembaga.

Jangan ekspor lagi yang namanya nikel dalam bentuk raw material, bahan mentah. Setop ekspor bahan mentah, ujarnya.

Jokowi menuturkan, industri nikel akan diintegrasikan dengan industri otomotif dalam negeri. Integrasi lintas industri itu akan turut memanfaatkan momentum baru di industri otomotif dunia yakni pengembangan mobil listrik.

Nanti diintegrasikan dengan industri otomotif yang kita miliki karena kesempatan yang ada ke depan mobil listrik. Jangan lagi kehilangan kesempatan, jangan lagi ekspor lagi nikel dalam raw material, terangnya.

"Semua komoditas sumber daya alam Indonesia harus mengalami proses hilirisasi untuk menghasilkan nilai tambah," sambungnya.

Untuk itu, Jokowi meminta BUMN dan swasta, serta investor yang akan masuk ke dalam negeri untuk mendirikan industri di Indonesia, bukan hanya mengambil sumber daya alam mentah.

Entah itu, kerja sama BUMN dengan swasta luar, atau swasta sendiri (domestik), tapi yang jelas nilai tambah itu ada di dalam negeri, pungkasnya. (der/zul)

Artikel Asli