Mediasi Sengketa Lahan di Desa Temburun Berjalan Alot, Perusahan AMP Kena Imbas

mandalapos.co.id | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 01:38
Mediasi Sengketa Lahan di Desa Temburun Berjalan Alot, Perusahan AMP Kena Imbas

Mandalapos.co.id, Anambas Dua orang Warga Kepulauan Anambas menyengketakan tanah yang berada di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur. Bahkan persengketaan tersebut sampai mengundang perhatian pihak keamanan dari TNI-Polri.

Adapun mereka pihak yang bersengketa adalah Andi dan Safaruddin. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihak desa bersama kecamatan sejatinya telah membuka ruang diskusi untuk memediasi kedua belah pihak, pada Rabu (13/10/2021).

Sayangnya, hingga kini belum ada kata mufakat dalam penyelesaian sengketa lahan yang saat ini disewa oleh sebuah perusahaan AMP (Asphalt Mixing Plan) .

Diketahui pihak Andi melakukan pemagaran terhadap areal AMP di Desa Temburun. Hal itu dia lakukan lantaran dirinya mengklaim sebagai pemilik resmi tanah yang digunakan oleh AMP tersebut. Perkataannya Ia buktikan dengan menunjukan surat tanah berupa alas hak.

Saya beli tanah itu dengan Naihok, yang Kami gugat ini yang kami pagari sekarang, sebut Andi dalam rapat mediasi yang diikuti oleh wartawan mandalapos.

Sementara itu Safaruddin juga tak mau kalah, lantaran dirinya juga mengaku memiliki surat alas hak tanah yang disengketakan. Selain dari surat alas hak, dalam forum mediasi itu Safarudin juga membawa para tokoh masyarakat atau tetua kampung yang memahami seluk beluk lahan di Desa Temburun itu.

saya miliki tanah ini awal tahun 2006, lalu 2008 terbit alas hak, dan itu tak sendiri, terbit alas haknya sesuai aturan. Ada isu katanya surat saya tak sesuai prosedur, saya waktu sebagai kepala desa buat sendiri, untuk menepis itu saya harus buktikan, makanya saya minta pernyataan pak RT dan pak RW, sebut Safarudin.

AMP yang berdiri di lahan bersengketa terhalang pagar yang dibuat oleh pemilik surat bernama Andi

Melihat Adu argumen kedua belah pihak masih terus berlanjut, Kapolsek Siantan Iptu Gunawan Husein pun menilai mediasi yang dilakukan tak membuahkan hasil.

Hari ini masih ngambang, kita ga bisa memenangkan atau menyebut siapa salah dan benar, ini harus saling legowo, kalau kita berdebat tidak akan selesai, ujarnya.

Iptu Gunawan pun mencoba berunding dengan pihak dari Andi agar dapat membuka pagar yang dipasang menutupi Perusahaan AMP.

Pihak ketiga dirugikan, perusahaan itu tak bisa berjalan. Saya berbincang dengan pihak perusahaan, dengan tenggang waktu sampai Desember, mereka minta sampai bulan 12 mereka dikasih leluasa lah untuk menyelesaikan kontraknya itu. Mohon pihak pak andi bisa membuka akses itu untuk mereka bisa bekerja sampai batas waktu atau batas kontrak mereka, pinta Kapolsek Siantan.

Namun, permintaan dari Kapolsek Siantan pun ditolak oleh Andi, menurutnya yang dirinya lakukan bukan untuk menghambat kegiatan perusahaan.

Selagi barang kami belum diselesaikan, belum ada hitam di atas putih, kami belum ijinkan, mohon maaf dan mohon dipertimbangkan, karena kami merasa hal ini akan diabaikan, ujar Andi.

Sementara itu, Babinsa Desa Temburun, Kopda Hasim, berharap masyarakat dan masing-masing pihak yang bersengketa untuk saling berkomunikasi dengan baik dan tidak berbuat anarkis. ***Yahya

Artikel Asli