Indonesia Ingatkan soal Pemerataan Distribusi Vaksin

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 00:01
Indonesia Ingatkan soal Pemerataan Distribusi Vaksin

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, menekankan pentingnya memastikan kemauan politik untuk mendistribusikan vaksin secara merata dan memastikan pembiayaan yang memadai untuk pengiriman vaksin.

Pernyataan itu disampaikan Menlu Retno ketika memimpin Pertemuan ke-6 COVAX AMC Engagement Group yang berlangsung secara virtual, pada Selasa (12/10).

Menurut Retno, distribusi vaksin merupakan tantangan baru setelah pengadaan vaksin tidak lagi menjadi kendala dalam penanganan pandemi Covid-19, mengingat produksi vaksin global yang sekarang mencapai 1,5 miliar dosis per bulan.

"Kita harus waspada terhadap kebijakan yang dapat mempersulit upaya untuk kesetaraan vaksin. Jadi, ini tetap harus terus kita waspadai walaupun tren terus menunjukkan hal yang positif," kata Retno ketika menyampaikan pernyataan pers secara virtual tentang hasil pertemuan COVAX AMC, Rabu (13/10).

Untuk mendorong kesetaraan akses dan distribusi vaksin, Indonesia secara konsisten menyerukan perlunya pengakuan bersama terhadap semua jenis vaksin yang telah memperoleh izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Saya juga sampaikan bahwa saling mengakui sertifikasi vaksin dapat melengkapi upaya untuk menghindari diskriminasi vaksin," tutur Retno.

Perkembangan Positif

Dalam pertemuan COVAX AMC, Menlu Retno mencatat beberapa perkembangan positif, di antaranya angka kasus dan kematian global yang menurun serta hampir sepertiga penduduk dunia telah mendapat dosis vaksin lengkap. Berdasarkan data COVAX, saat ini lebih dari 3,3 miliar orang di dunia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Mekanisme global yang dipimpin oleh WHO dan Aliansi Vaksin Gavi itu juga telah berhasil mengumpulkan dana senilai 9,8 miliar dollar AS (sekitar 139,4 triliun rupiah) untuk membantu menyediakan vaksin bagi penduduk dunia.

Dalam proyeksi COVAX tahun 2022, dengan skenario semua berjalan sesuai rencana maka sekitar 5,935 miliar dosis vaksin dapat disalurkan melalui COVAX hingga akhir tahun 2022.

Namun, terlepas dari berbagai tren positif tersebut, Menlu Retno menyoroti masih adanya kesenjangan vaksinasi yang cukup lebar dengan negara berpenghasilan rendah menerima kurang dari 1 persen vaksin dan 56 negara tidak memenuhi target untuk memvaksin 10 persen dari populasi mereka pada akhir September 2021.

"Di dalam pembukaan pertemuan COVAX EMC Engagement Group, saya menegaskan negara-negara berpenghasilan rendah tidak boleh tertinggal lagi," tutur dia.

Karena itu, Menlu Retno menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjalankan peran mereka guna mencapai target yang ditetapkan WHO yaitu untuk memvaksin 70 persen penduduk di semua negara pada pertengahan 2022.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan pihaknya mendampingi 15 penelitian obat herbal yang dapat digunakan untuk tambahan terapi Covid-19 dalam mendukung upaya penanganan virus korona di Tanah Air.

Artikel Asli