Loading...
Loading…
Genjot Vaksinasi Guru Dan Murid DKI Patok Semua Sekolah Gelar PTM Di Akhir Tahun

Genjot Vaksinasi Guru Dan Murid DKI Patok Semua Sekolah Gelar PTM Di Akhir Tahun

Nasional | rm.id | Senin, 11 Oktober 2021 - 07:05

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggenjot vaksinasi untuk guru, tenaga pendidik dan peserta didik. Seluruh sekolah di Ibu Kota ditargetkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) akhir tahun ini.

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi sekolah jika ingin menggelar PTM. Pada bulan ini, Pemprov DKI menargetkan menggelar PTM di 10.667 sekolah.

Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah menyebut, untuk bulan ini, hingga Minggu (10/10), sebanyak 3.039 sekolah telah diizinkan menyelenggarakan PTM. Sehingga, total sekolah menggelar PTM mencapai 6.000 sekolah. Sekolah itu mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Secara simultan ketika PTM berlangsung, sekolah yang belum PTM ikut pelatihan atau assessment . Jadi harapan kita tahun ini bisa PTM semua, harap Taga di Jakarta, kemarin.

Taga mengatakan, ribuan sekolah yang akan menggelar PTM akan melalui tahapan pelatihan dan assessment yang ketat. Meski banyak yang sudah boleh PTM, namun banyak juga sekolah yang belum diizinkan menggelar PTM karena belum memenuhi syarat.

Pelaksanaan PTM terbatas di Jakarta telah dimulai akhir Agustus lalu, seiring menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 4 ke 3. Pada awalnya, PTM hanya digelar pada 610 sekolah. Lalu dalam perjalanannya terus bertambah hingga mencapai ribuan sekolah.

Taga mengungkapkan, target vaksinasi untuk guru di DKI sebanyak 82.973. Dari target itu, sudah mencapai 77.752 guru atau sebanyak 93 persen dari sudah divaksin.

Yang belum mendapatkan vaksin hanya 7 persen atau 5.221 guru.

Untuk tenaga pendidikan, dari 35.324 orang, sebanyak 32.201 di antaranya atau 92 persen sudah divaksinasi. Jadi, masih ada 3.123 yang tenaga pendidik belum di vaksinasi. Kemudian, sebanyak 753.850 atau 96,13 peserta didik alias siswa sudah mendapatkan vaksinasi. Yang belum mendapatkan vaksinasi sebanyak 30.294 siswa atau 3,87 persen.

Taga menegaskan, guru dan murid yang belum divaksin, tidak dibolehkan ikut PTM.

Terkendala Izin

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkakan, salah satu penyebab masih ada peserta didik belum divaksin karena belum mendapatkan izin dari orangtuanya. Alasannya, khawatir vaksinasi memberikan efek samping untuk kesehatan.

Namun demikian, dia memastikan pihaknya terus berupaya agar seluruh peserta didik mendapatkan vaksinasi. Per Jumat (8/10), penerima vaksinasi dosis 1 di DKI sebanyak 10.591.515 orang (118,5 persen). Dari jumlah itu, sebanyak 65 persen merupakan warga pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI, dan 35 persen warga KTP Non DKI. Sedangkan, total dosis 2 mencapai 7.895.222 orang (88,3 persen), dengan proporsi 67 persen merupakan warga ber-KTP DKIdan 33 persen warga KTP Non-DKI.

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) menggenjot vaksinasi Covid-19 kepada 5,06 juta tenaga pendidik di seluruh daerah.

Untuk mendukung dibukanya kembali pembelajaran tatap muka, kita perlu memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga pendidik untuk menghindarkan terjadinya klaster baru di sekolah, ujarnya.

Per tanggal 3 Oktober 2021, Wapres menyebut, jumlah tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin Covid-19 baru 2,55 juta yang tercatat telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sedangkan yang telah mendapat dosis kedua adalah 2,1 juta orang.

Belum Perlu Booster

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menilai, dosis booster vaksin Covid-19 belum perlu diberikan untuk guru atau tenaga pendidik.

Belum saatnya vaksin booster untuk guru, kata Wiku sembari menegaskan, kelompok masyarakat yang lain belum perlu mengakses dosis booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menerangkan, saat ini booster hanya diberikan untuk tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua. Booster saat ini tidak untuk khalayak umum karena stok vaksin terbatas.

Masih ada lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum dapat suntikan, pungkasnya. [FAQ]

Original Source

Topik Menarik