Wagub Bilang Status PPKM Surabaya Raya Tergantung Bangkalan

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 23:22
Wagub Bilang Status PPKM Surabaya Raya Tergantung Bangkalan

JawaPos.com Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah aglomerasi Surabaya Raya saat ini tergantung Kabupaten Bangkalandi Pulau Madura.

Adanya Jembatan Suramadu menjadikan wilayah Kabupaten Bangkalan tidak terpisahkan dari aglomerasi Surabaya Raya, kata Emil seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Minggu (10/10).

Wilayah aglomerasi Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Bangkalan. Wagub Emil menjelaskan, status level PPKM salah satunya ditentukan capaian vaksinasi masyarakat umum dan juga warga lanjut usia (lansia).

Saat ini, di Jatim termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya, masih tercatat sebagai level tiga meski sudah zona kuning semua. Hal itu karena capaian vaksinasi untuk warga lansia masih tercatat minimal 40 persen pada dosis yang pertama.

Minimal untuk menjadi level dua syarat capaian vaksinasi untuk warga lansia adalah 50 persen. Selanjutnya harus lebih ditingkatkan lagi untuk menjadi level satu, ujar Emil.

Wagub Emil mengatakan, capaian vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum di wilayah aglomerasi Surabaya Raya kalau dirata-rata sudah lebih dari 50 persen. Di Kota Surabaya vaksin dosis pertama sudah 100 persen lebih, Kabupaten Gresik sekitar 70 persen, dan Sidoarjo sudah mendekati 100 persen.

Sementara itu, data terakhir yang diterima Wagub Emil menunjukan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan masih sekitar 24 persen. Berdasar data tersebut, Emil menegaskan, nasib warga Surabaya Raya, status level PPKM-nya tergantung capaian vaksinasi di Bangkalan yang masih sekitar 24 persen.

Kami semua di wilayah aglomerasi Surabaya Raya benar-benar menangis dan memohon kepada warga Bangkalan untuk ikut berkenan mendorong capaian vaksinasi. Karena dampaknya banyak kegiatan warga belum bisa optimal karena PPKM-nya masih berstatus level 3. Padahal tingkat capaian vaksinasi di tiga daerah lainnya sudah cukup untuk ditetapkan sebagai level satu, ucap Emil.

Artikel Asli