Asal Tak Rendahkan Agama Lain, Gubernur Sumsel Tak Batasi Penganut Agama Kembangkan Kepercayaannya

fornews.co | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 20:55
Asal Tak Rendahkan Agama Lain, Gubernur Sumsel Tak Batasi Penganut Agama Kembangkan Kepercayaannya

PALEMBANG fornews.co Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyatakan, majunya sektor pembangunan, baik pembangunan infrastruktur dan pembangunan spiritual tentunya tak lepas dari peran serta para tokoh agama.

Menurut Herman Deru, tiga tahun mejabat sebagai Gubernur Sumsel ini, mega proyek terbesar pihaknya adalah kesejahteraan masyarakat baik lahir maupun batin. Tugas kesejahteraan lahir sudah dilakukan sejak awal dan tugas batin merupakan tugas tokoh agama.

Oleh sebab itu, terus perkuat sinergitas antar tokoh lintas agama ini, sehingga pembangunan batin terus terjaga, kata Herman Deru saat ramah tamah bersama Uskup di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu (10/10/2021) malam.

Herman Deru mengungkapkan, terjaganya pembangunan spiritual berdampak sangat besar bagi Sumsel. Karena, dengan hal itu maka zero konflik di Sumsel akan terjaga dan terus terwujud.

Ini tugas kita bersama. Jika antar agama ini satu narasi, maka teraget Sumsel untuk terus zero konflik tentu akan terjaga. Kebersamaan adalah modal besar alam bertindak, ungkap dia.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu menegaskan, pemerintah telah menjamin kebebasan setiap penganut agama dalam beribadah, sebagai wujud dukungan terhadap perkembangan agama.

Kita tidak membatasi para penganut agama terus mengembangkan kepercayaannya asal tidak merendahkan agama lainnya. Hubungan antar agama ini harus terus berlangsung baik, tegas dia.

Pada ramah tamah tersebut juga dilakukan pengukuhan Keuskupan Agung Palembang, Mgr Yohanes Harun Yuwono yang menggantikan Mgr Aloysius Sudarso SCJ yang telah purnabakti.

Uskup Yohanes Harun Yuwono ini sudah menjadi bagian dari kita untuk menjaga label zero konflik sehingga pembangunan fisik di Sumsel bisa terus berlanjut, tandas dia. (aha)

Artikel Asli