Emil Dardak: Status PPKM Surabaya Raya Tergantung Bangkalan

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 22:39
Emil Dardak: Status PPKM Surabaya Raya Tergantung Bangkalan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah aglomerasi Surabaya Raya saat ini tergantung Kabupaten Bangkalandi Pulau Madura.

"Adanya Jembatan Suramadu menjadikan wilayah Kabupaten Bangkalan tidak terpisahkan dari aglomerasi Surabaya Raya," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Ahad (10/10).

Maka, wilayah aglomerasi Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Bangkalan. Wagub Emil menjelaskan status level PPKM salah satunya ditentukan capaian vaksinasi masyarakat umum dan juga warga lanjut usia (lansia).

Dia menjelaskan, saat ini di Jatim termasuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya, masih tercatat sebagai level tiga meski sudah zona kuning semua. Disebabkan karena capaian vaksinasi untuk warga lansia masih tercatat minimal 40 persen pada dosis yang pertama.

"Minimal untuk menjadi level dua syarat capaian vaksinasi untuk warga lansia adalah 50 persen. Selanjutnya harus lebih ditingkatkan lagi untuk menjadi level satu," ujarnya.

Wagub Emil menandaskan, capaian vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum di wilayah aglomerasi Surabaya Raya kalau dirata-rata sudah lebih dari 50 persen.

Dia merinci, di Kota Surabaya vaksin dosis pertamanya sudah 100 persen lebih, Kabupaten Gresik sekitar 70 persen dan Sidoarjo sudah mendekati 100 persen.

Sementara data terakhir yang diterima Wagub Emil menunjukan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangkalan masih sekitar 24 persen.

Berdasarkan data tersebut, suami artis Arumi Bachsin itu menegaskan bahwa nasib warga Surabaya Raya, status level PPKM-nya tergantung capaian vaksinasi di Bangkalan yang masih sekitar 24 persen.

"Kami semua di wilayah aglomerasi Surabaya Raya benar-benar menangis dan memohon kepada warga Bangkalan untuk ikut berkenan mendorong capaian vaksinasi. Karena dampaknya banyak kegiatan warga belum bisa optimal karena PPKM-nya masih berstatus level tiga. Padahal tingkat capaian vaksinasi di tiga daerah lainnya sudah cukup untuk ditetapkan sebagai level satu," ucapnya.

Artikel Asli