Pemugaran Makam Raja-raja Meureudu Tanpa Plang Proyek

acehsatu.com | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:35
Pemugaran Makam Raja-raja Meureudu Tanpa Plang Proyek

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, saat ini sedang memugar Makam Raja-Raja Meureudu yang memegang tampuk pimpinan zaman dahulu.

Dari tiga situs cagar budaya bersejarah di Pidie Jaya menggunakan dana APBA TA 2021, kini hanya baru satu unit dilaksanakan.

Proyek ditangani CV Alam Meugah dengan nilai kontrak hampir Rp 400 juta tapi tanpa plang nama.

Kegiatan yang sedang dikerjakan yaitu, pemugaran Makam Raja-Raja Meureudu yang berada dalam satu lokasi di Gampong Meunasah Raya Kecamatan Meurahdua. Salah satunya yang terkenal, Makam Raja Meurah Due.

Konon menurut cerita orang-orang terdahulu, asal nama Meureudu diambil dari sebutan Meurah Due. Meurah artinya Gajah, sementara Due bermakna tidur.

Gajah yang ditunggangi Sultan Iskandarmuda itu tertidur di kawasan Simpang Empat, setelah menempuh jarak lumayan jauh.

Entah bagaimana cerita akhirnya lama kelamaan orang menyebut Meureudu (berasal dari Meurah Due).

Untuk mengenang peristiwa bersejarah, maka tak jauh dari Simpang Empat Jalan Lintas Nasional Banda Aceh-Medan atau sekitar 200 meter masuk kearah utara atau persisnya dalam komplek meunasah lalu dibangun situs bersejarah.

Makam Raja Meureudu
Salah satu dari tiga makam bersejarah di Pidie, kini dipugar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Abdullah Gani/ACEHSATU.com

Sedangkan nama Kecamatan Meurahdua sekarang ini adalah pemekaran dari Meureudu. Kedua kecamatan tersebut diapit atau dibatasi oleh sungai (krueng----red).

Makam Raja-Raja Meureudu sudah lama didambakan masyarakat untuk dipugar dan baru kali ini menjadi menyataan.

Camat Meurahdua, Iskandar yang ditanya Acehsatu mengaku, terhadap kegiatan dimaksud, pihaknya sama sekali tak tahu.

Saya tidak tahu, tolong tanyakan saja sama keuchik setempat, sebut Iskandar.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Marzuwan M.Pd yang ditanya terpisah mengatakan, selain di Meurahdua, dua makam lainnya juga bakal dipugar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Keduanya adalah, Makam Tgk Rubiah (populernya Tgk Rubiieh) di Perbukitan atau Gle Gampong Reuleut Kecamatan Ulim dan Makam Tgk Chik Pante Geulima di Gampong Meurandeh Alue Bandardua.

Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) Dinas Kebudayaan dan Paruiwisata Aceh, Yudi Andika yang dihubungi melalui WA membernarkan, dari tiga lokasi makam yang masuk dalam TA 2021, kecuali yang di Meurahdua sedang dikerjakan.

Sementara dua unit lainnya belum, sebut Yudi Andika.

Amatan Acehsatu.com, makam raja-raja Meureudu di Meunasah Raja sedang gencar dikerjakan.

Salah seorang tukang mengatakan, etem pekerjaan antara lain, pagar sekeliling makam berukuran 31 x 15 meter, dan beberapa makam yang ada dalam komplek, masing-masing akan dibangun pelindung atau sejenis payung.

Proyek dengan Konsultan Perencana, CV Diameter Design Consultand, hingga Minggu (10/10) tanpa plang nama atau identitas. Sehingga terkesan bagaikan proyek siluman. (*)

Artikel Asli