Ratusan Bobotoh Masih Bertahan di Graha Persib

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 22:21
Ratusan Bobotoh Masih Bertahan di Graha Persib

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan Bobotoh atau pendukung klub Persib Bandung melakukan aksi atas kekecewaan mereka terhadap performa klub asal Bandung itu sambil membakar ban dan menyalakan suar di depan Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (10/10) malam.

Aksi ratusan Bobotoh itu sempat membuat Jalan Sulanjana ditutup oleh pihak kepolisian karena badan jalan tertutup oleh kerumunan massa.

"Sesama Bobotoh tidak boleh menyakiti, jadi mohon kita sama sama jaga ketertiban," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung di lokasi.

Para Bobotoh juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan kekecewaannya kepada Manajemen Persib Bandung terkait performa di Liga 1. Kemudian Bobotoh juga sempat membakar ban di depan Graha Persib.

Adapun ratusan Bobotoh itu diketahui datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dalam aksi itu, Bobotoh juga mendesak Manajemen Persib meminta maaf atas performa Maung Bandung dalam beberapa laga terakhir. Selain itu, juga meminta pelatih Persib Robert Rene Alberts keluar dari posisinya.

Di samping itu, pihak kepolisian memastikan akan mengawal aspirasi para Bobotoh itu agar tersampaikan kepada manajemen.Namun dengan syarat aspirasi itu harus disampaikan secara kondusif. "Saya akan kawal sampai acara kesepakatan dengan manajemen selesai, tapi teman-teman Bobotoh mohon tertib," kata Aswin.

Bobotoh menuntut manajemen Persib untuk menandatangani petisi tuntutan yang tak kunjung dilakukan manajemen.

Perwakilan Bobotoh, Tobias Ginanjar menyebut Bobotoh yang berdemo akan tetap berdiam diri di Graha Persib hingga manajemen tiba. Mereka sudah berdiam diri sejak pukul 2 siang.

"Kami ke sini masih menindaklanjuti yang kemarin. Kami tidak bertemu langsung dan tidak menemukan kata sepakat," kata Tobias.

Tobias menyebut ada poin-poini yang belum disepakati. Berbeda dari demo sebelumnya yang memilih untuk mundur, kini Bobotoh memilih untuk tetap berdiam diri hingga ada manajemen tiba.

"Kenapa kita masih bertahan disini karena kita tidak ada respon dari manajemen. Para Bobotoh menuntut manajemen untuk menemui dan datang langsung terkait petisi itersebut, jadi kami masih bertahan dan menunggu disini," kata Tobias.

Tobias mengaku tidak tahu alasan manajemen tidak ingin menemui mereka. Namun Bobotoh tetap bertekad untuk berdiam diri mengingat tidak hanya Bobotoh yang berasal dari Bandung yang datang.

"Banyak perwakilan dari Karawang, Jabodetabek dan sekitarnya. Jadi menunjukkan bahwa perjuangan ini bukan hanya di Bandung saja tapi seluruh Jawa Barat berjuang," kata Tobias.

Tobias menyebut tidak akan membubarkan aksi sebelum ada manajemen yang datang. "Alhamdulillah dari pihak keamanan memfasilitasi juga berkoordinasi dengan manajemen agar manajemen datang kesini," kata Tobias.

Artikel Asli