No 7 Dunia dari Indonesia: Shuttlecock di Sini Enak untuk Menyerang

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 21:20
No 7 Dunia dari Indonesia: Shuttlecock di Sini Enak untuk Menyerang

JawaPos.com- Tiga pebulu tangkis tunggal putra Indonesia sukses melakoni laga perdana di babak penyisihan Grup A Piala Thomas 2020 dengan mulus. Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo memetik kemenangan meyakinkan atas pemain-pemain Aljazair.

Bertanding di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu (9/10) malam, tiga pemain Indonesia semuanya menang nyaman. Jonatan yang tampil perdana, tanpa banyak mengeluarkan keringat sukses mengalahkan Youcef Sabri Medel. Dalam waktu relatif singkat, 22 menit, peraih emas Asian Games 2018 itu menang dengan skor identik, 21-8, 21-8.

Angka yang didapat wakil Aljazair tersebut, disebabkan karena Jonatan melakukan kesalahan sendiri. Sejak pertandingan dimulai, kualitas Youcef Sabri Medel yang berada di posisi 184 dunia tersebut memang terlihat jauh di bawah Jonatan.

Bagi saya pertandingan ini juga untuk uji coba lapangan. Juga untuk mencari tahu bagaimana kondisi lapangan, shuttlecock, dan juga arah angin. Shuttlecock di sini juga lebih enak untuk menyerang, dibanding yang dipakai di Finlandia, kata Jonatan, pemain nomor tujuh dunia itu dikutip dari siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com .

Kemenangan juga dipetik Shesar. Dia sukses mengatasi permainan Mohamed Abderrahime Belarbi dengan 21-6, 21-11 dalam durasi 22 menit.

Pertandingan ini saya gunakan untuk ajang pemanasan saja. Di game pertama memang lebih enak dan bisa unggul jauh. Cuma tadi di game kedua, saya malah kurang enak mainnya dan banyak memberikan poin buat lawan, kata Vito, sapaan akrab Shesar.

Setali tiga uang dengan Chico. Tanpa banyak mendapat tekanan, finalis Spain Masters 2021 itu pun tanpa kesulitan berarti mampu mengalahkan lawan. Hanya membutuhkan waktu 27 menit, Chico menang 21-11, 21-6 atas Adel Hamek.

Menurut pelatih Hendri Saputra, pertandingan melawan pemain-pemain Aljazair yang secara kualitas kemampuannya di bawah tersebut, digunakan untuk penyesuaian lapangan bagi ketiga pemain Indonesia. Selain itu juga untuk lebih memantapkan pola permainan anak asuhannya.

Pertandingan ini juga agar feel pemain bisa didapat. Selebihnya, pemain bisa mencoba lapangan dan shuttlecock. Diharapkan mereka bisa belajar untuk menerapkan strategi seperti apa dengan jenis shuttlecock yang dipakai di sini, ucap Hendri.

Artikel Asli