Insiden Gorong-Gorong, Berawak dari Perbaikan Manhole

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 21:12
Insiden Gorong-Gorong, Berawak dari Perbaikan Manhole

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG Peristiwa tewasnya tiga orang pekerja dan dua orang warga di kawasan Taman Royal, Jalan Permata Raya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang telah menghebohkan warga sekitar. Kasus itu masih didalami pihak kepolisian.

Hingga kini, polisi masih melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengungkap penyebab dari insiden yang terjadi pada Kamis (7/10) siang tersebut. Beberapa saksi dimintai keterangan, dan pihak-pihak terkait juga diperiksa.

Mengenai korban, tiga orang dari lima korban telah diungkap identitasnya oleh pihak kepolisian, sementara dua orang lainnya belum diketahui identitasnya. Namun diinfokan bahwa tiga orang diantaranya merupakan karyawan mitra kerja dari PT Telkom Akses, anak perusahaan PT Telkom Indonesia, sementara dua orang lainnya merupakan warga.

Kronologi dari peristiwa tersebut berawal dari kegiatan perbaikan manhole di TKP pada Kamis (7/10) siang. Seorang saksi mata, Ilham (29) mengatakan, insiden itu terjadi pada sekira pukul 13.15 WIB.

Menurut penuturannya, awalnya dari dalam gorong-gorong keluar uap, lalu seorang korban terjatuh ke gorong-gorong. Korban lain ingin membantu, namun turut terjatuh.

Lantas seorang warga yang berada di sekitar lokasi juga hendak membantu, namun nahas ikut terperangkap di dalam gorong-gorong dan menjadi korban pula. Pada saat itu, dia mengetahui korban berjumlah tiga orang, dua orang diantaranya pekerja dan satu orang adalah warga.

Itu tiga orang, duanya petugas Telkom dan satunya warga, tukang galon. Awalnya dia (korban 1) bongkar keluar uap, langsung turun. Dia teriak kehabisan oksigen. Bosnya teriak minta tolong sama tukang galon, dia (tukang galon: korban 2) turun, kehabisan oksigen juga lalu kelelep. Lalu bosnya (korban 3) ikut nolongin ke bawah, tutur Ilham saat ditemui di TKP, Kamis.

Berdasarkan informasi dari Polsek Cipondoh, dua dari tiga korban tersebut adalah petugas perusahaan operator telekomunikasi yakni berinisial APP (21) dan UK (42). Lalu satu orang berprofesi sebagai tukang galon berinisial A (33) yang berada di sekitar TKP.

Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah mengatakan, dugaan sementara insiden itu akibat adanya gas alam yang menyebabkan korban kehabisan oksigen di dalam gorong-gorong.

Kemungkinan ada gas alam artinya gas dalam tanah menguap dari comberan. Karena sudah lama enggak dibuka gorong-gorong ini, kata dia.

Selang beberapa jam usai evakuasi selesai pada Kamis siang, tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Tangerang mendapatkan informasi bahwa ternyata masih ada dua korban lainnya di dalam gorong-gorong. Evakuasi lanjutan dilakukan sejak sekitar pukul 17.00 WIB dan selesai sekira pukul 19.00 WIB.

Proses evakuasi dilakukan mula-mula dengan penyedotan air hingga akhirnya pengambilan jasad kedua korban. Jumlah korban jiwa atas insiden tersebut menjadi lima orang.

Puslabfor Temukan Gas Berbahaya

Tim pusat laboratorium forensik (puslabfor) Mabes Polri melakukan pemeriksaan ke lokasi gorong-gorong pada Jumat (8/10). Hasil sementara dari pemeriksaan menunjukkan ditemukannya gas berbahaya dari dalam gorong-gorong.

Kami bersama tim Puslabfor ke TKP memeriksa TKP, dan sementara hasil yang ditemukan adalah ditemukan gas yang berbahaya, kata Kasubbid Toksikologi Lingkungan Puslabfor Mabes Polri Kompol Faizal Rachmad.

Dari hasil temuan sementara itu, Faizal menyebut gas tersebut dinilai memang berbahaya bagi manusia. Gas itu diketahui bercampur dengan air yang ada di dalam gorong-gorong. Namun, dia belum bisa memastikan jenis gas yang dimaksud. Jenis gasnya belum tahu, kami nanti periksa di laboratorium. Iya membahayakan manusia, tuturnya.

Faizal menerangkan, tim Puslabfor mengambil sampel air dan udara untuk melakukan pendeteksian. Sejumlah alat digunakan untuk memeriksa adanya kandungan gas tertentu di dalam gorong-gorong tersebut. (Alat yang dibawa untuk pengecekan) alat drager untuk mendeteksi gas yang kami ambil adalah sampel air dan sampel udaranya, terangnya.

Pemanggilan Pihak Telkom

Polisi menyebut kasus tewasnya lima orang tersebut diduga adanya unsur kelalaian. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima.

Dari peristiwa ini yang kemarin telah terjadi mengakibatkan meninggalnya lima orang. Ini akibat dari kelalaian yang tidak memperhatikan terkait dengan keselamatan kerja oleh pihak pekerja. Oleh karena itu saat ini pihak kepolisian sedang mendalami peristiwa ini, kata Deonijiu De Fatima melalui pesan suara, Jumat.

Dia menerangkan, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi untuk menelisik kronologi serta penyebab terjadinya insiden nahas tersebut. Saksi kurang lebih ada enam orang yang dimintai keterangan yang di lokasi saat itu, ujarnya.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan atau pihak-pihak terkait yang terlibat. Kita akan memanggil dan mengecek surat perjanjian kerja yang dikeluarkan oleh pihak pekerja atau dalam hal ini pihak Telkom pihak ketiga yang melakukan pekerjaan tersebut, terangnya.

Telkom: Murni Kecelakaan Kerja

Pihak PT Telkom Akses memberikan keterangan mengenai tewasnya lima orang di dalam gorong-gorong tersebut. Insiden itu disebut murni karena adanya kecelakaan kerja.

Kami manajemen PT Telkom Akses menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya tiga orang karyawan mitra kerja perusahaan di lokasi Manhole Taman Royal Tangerang saat melakukan perbaikan manhole di tempat tersebut. Peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja, kata Manager Shared Service Telkom Akses Witel Tangerang Armunanto dalam keterangan tertulis, Jumat.

Dia mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk tindak lanjutnya. Perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi penyebab kejadian ini kepada pihak berwenang, ujarnya.

Artikel Asli