Karantina 5 Hari Usai Tanding PON, Ibarat Perang Lalu Dipenjara

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 19:56
Karantina 5 Hari Usai Tanding PON, Ibarat Perang Lalu Dipenjara

JawaPos.com Ketentuan mewajibkan para wakil PON XX Papua untuk karantina 5 hari usai kembali ke daerah asal kurang disambut baik. Salah satunya olehKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Bidang (Kabid) Humas & IT KONI Sumatera Barat (Sumbar)Rakhmatul Akbar menyampaikan, langkah Satgas Penanganan Covid-19 merupakan bentuk pelemahan mental. Sebab dinilai tidak layak. Ibarat berperang, setelahnya masuk penjara.

Kita itu dalam medan tempur, jangan dilemahkan lagi mental kami dengan melakukan pengawasan seperti itu, jelas Rakhmatul Akbar ketika dihubungi JawaPos.com , Minggu (10/10).

Kami ke sini berjuang, saya pikir daerah lain juga berpikir seperti itu. Pada dasarnya setuju, tapi polanya yang mungkin jangan diisolasi 5 hari, atlet tambah stres lagi, sambung dia.

Menurut Rakhmatul Akbar, seluruh pihak yang terlibat event olahraga nasional itu mendapatkan pengawasan ketat. Sebelum masuk arena tanding, atlet dan ofisial akan mendapatkan skrining masuk, tes suhu, menjaga jarak, dan tentunya wajib memakai masker.

Lalu kita itu per 2 hari di- swab (antigen) terus. Kesannya tidak sinkron dengan pola di sini dengan yang ditanggapi satgas. Per 2 hari loh di-antigen, belum lagi kita pulang, ketika pulang itu kan PCR lagi H-1. Jika sudah negatif kenapa harus diisolasi, tutur Rakhmatul Akbar.

Dia berharap, Satgas Covid-19 lebih memahami kondisi saat ini, tidak hanya dari sisi keamanan, tapi juga mental. Pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan di Papua sudah baik, jadi tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Coba ditinjau ulang dan evaluasi apakah tepat seperti itu karena bikin tidak jadi ideal lah kondisinya. Jadi mohon pertimbangkan pemberlakuan terhadap atlet. kita dukung pengawasan, tapi tidak harus isolasi, pengawasan bisa saja kontrol di tempat tinggal masing-masing. Yang positif saja itu ada pola isolasi mandiri, masa yang sudah dinyatakan negatif dalam perjalanan masih diisolasi lagi, papar Rakhmatul Akbar.

Artikel Asli