PAN Berduka Atas Meninggalnya Mantan Rektor UHAMKA

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 19:12
PAN Berduka Atas Meninggalnya Mantan Rektor UHAMKA

JawaPos.com Mantan Rektor Universitas Prof. DR HAMKA (UHAMKA) periode 2013-2017 sekaligus Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Prof. Suyatno meninggal dunia. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah dan di RSCM.

Setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya, akhirnya beliau mendahului kita semua. Beliau adalah orang baik. Pekerja keras. Tidak pernah menyerah. Banyak menorehkan prestasi, ungkap Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, Minggu (10/10).

Mengenang almarhum, kata dia Prof. Suyatno adalah kader dan aktivis militan Muhammadiyah. Berkat kegigihannya, UHAMKA pun berkembang cukup pesat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta.

Selain menjadi rektor beberapa kali di UHAMKA, beliau juga ikut membantu membina berbagai universitas Muhammadiyah lain di berbagai daerah. Terakhir, beliau berkhidmat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Bandung.

Prof. Yatno itu orang baik. Suka senyum dan ramah pada semua orang. Tidak heran jika beliau terpilih menjadi Bendahara Umum PP Muhammadiyah pada muktamar yang lalu. Dedikasi dan pengorbanannya sudah terbukti. Saya kira, semua yang mengenal beliau pasti akan memberikan kesaksian bahwa beliau memang orang baik, jelasnya.

Selain itu, almarhum juga memiliki kedekatan dengan PAN. Beliau pernah juga menjadi caleg DPR RI lewat PAN, meskipun aktif di Muhammadiyah, namun ikatan emosional ideologis tetap tertata baik bersama PAN.

Itulah mungkin sebabnya, ketika kemarin diminta untuk menjadi ketua DPW PAN Jateng, beliau bersedia. Bahkan, rela untuk aktif secara total dalam melakukan konsolidasi di Jawa Tengah. Beliau termasuk ketua DPW yang paling rajin turun ke daerah. Dan laporan-laporan kunjungannya selalu disampaikan kepada DPP PAN, sebut dia.

Kami semua terkejut. Ternyata beliau sakit keras. Dan hari ini, beliau dipanggil Allah SWT. InsyaAllah, beliau husnul khatimah dan seluruh kiprah dan perjuangannya semasa hidup bernilai ibadah, pungkasnya.

Artikel Asli