PMI Cianjur Bantu Pemkab Wujudkan 50 Persen Warga Divaksin

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 18:45
PMI Cianjur Bantu Pemkab Wujudkan 50 Persen Warga Divaksin

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur bersama lima organisasi lainnya, melakukan vaksinasi masal di sembilan kecamatan mulai dari utara hingga selatan, dengan target 20 ribu penerima. Langkah itu dilakukan guna membantu pencapaian target 50 persen vaksinasi di Kabupaten Cianjur.

Sekretaris PMI Cianjur, Heri Hidayat, mengatakan, untuk mencapai target vaksinasi di Cianjur, pihaknya bersama Baznas, BPBD Cianjur, NU, dan organisasi lainnya, menerjunkan 42 orang relawan dengan target setiap hari dapat memvaksin 2.000 penerima.

"Kita sudah bergerak dari tanggal 9 hingga 18 Oktober, dengan target 20 ribu penerima di tujuh kecamatan yang tersebar di wilayah utara hingga selatan seperti Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, Bojongpicung, Haurwangi, Sukanagara, Pagelaran, Cibinong, Cidaun dan Naringgul," kata Heri di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Ahad (10/10).

Setiap harinya, sambung dia, tim relawan menggelar vaksinasi masal di masing-masing kecamatan tepatnya di depan kantor kecamatan, guna memudahkan warga untuk datang ke lokasi. Sehingga target di masing-masing titik sesuai keinginan bisa tercapai 2.000 orang. Dengan begitu, target vaksinasi di Cianjur, dapat sesuai dengan Inmendagri agar PPKM turun ke Level 1.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan untuk turun ke Level 1, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menargetkan vaksinasi sebanyak 51 ribu penerima. Pihaknya pun melibatkan berbagai kalangan termasuk tenaga kesehatan di 42 puskesmas yang ada di Cianjur serta organisasi masyarakat, termasuk PMI Cianjur.

"Kita upayakan target 50 persen vaksinasi dari 1,9 juta penerima dapat tuntas hingga tanggal 18 Oktober, sehingga Cianjur dapat turun dari Level 3 ke Level 1 sesuai Inmendagri karena indikatornya bukan lagi soal penanganan tapi persentase vaksinasi yang sesuai target. Meski saat ini, sebagian besar wilayah sudah hijau dan nol kasus," kata Herman.

Artikel Asli