Bolehkan Penderita Kanker Payudara Divaksinasi?

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:50
Bolehkan Penderita Kanker Payudara Divaksinasi?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oktober menjadi bulan kesadaran kanker payudara. Patut dipahami beberapa fakta tentang vaksinasi Covid-19 untuk pasien kanker payudara karena masih ada sedikit keraguan di antara pasien kanker dan kekhawatiran tentang efek sampingnya.

Ahli Bedah Onkologi Pusat Kanker HCG Vizag, dr Raghu Vamsi, mengatakan penderita kanker payudara bisa memperoleh vaksin Covid-19. Menurut dia, pengobatan kanker payudara tak mempengaruhi vaksinasi.

"Boleh divaksinasi, bahkan sebelum pengobatan kanker dimulai, pasien dapat mendapatkan vaksin," kata Vamsi dilansir di Mumbailive pada Ahad (10/10).

Vemsi menjelaskan pasien yang menjalani radioterapi bisa mendapatkan suntikan vaksin kapan saja selama perawatan tanpa hambatan apapun. "Pasien kemoterapi dapat merencanakan suntikan mereka di antara siklus, sebaiknya sekitar dua pekan dari yang terakhir dalam protokol tiga mingguan sehingga jumlah darahnya normal atau mendekati normal pada saat vaksinasi," ujar Vemsi.

Vamsi menyebut mereka yang baru saja sembuh dari Covid-19 dapat menunggu hingga tiga bulan sebelum menguji antibodi dan mendapatkan vaksinasi. Hal ini berlaku pula untuk penderita kanker payudara.

"Tidak ada kontraindikasi seperti itu, mereka dapat mengambil vaksin sama seperti individu lainnya," ujar Vemsi.

Selain itu, Vemsi meminta penderita kanker payudara merencanakan suntikan vaksin lima hingga tujuh hari sebelum tanggal operasi yang dijadwalkan. Sebab, dia mengakui mereka mungkin mengalami beberapa efek samping ringan yang mungkin mengganggu.

"Jika operasi direncanakan segera, ambil vaksin Anda beberapa pekan setelah operasi ketika Anda telah sepenuhnya pulih dari prosedur," ujar Vemsi.

Vemsi membantah bahwa vaksinasi Covid-19 bisa menyebabkan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Dia menyatakan tidak ada bukti vaksin Covid-19 menyebabkan penyebaran kanker atau perkembangan kelenjar getah bening.

"Ada satu atau dua kasus pasien yang mengembangkan kelenjar getah bening aksila pascavaksinasi, yang merupakan peristiwa yang tidak terkait dan tidak menyebabkan perbedaan dalam mengidentifikasi kelenjar getah bening positif," jelas Vemsi.

Vemsi menyarankan suntikan vaksin dilakukan di sisi yang berlawanan dengan sisi yang terkena kanker payudara. Ini akan mencegah kekhawatiran tentang lymphedema atau kelenjar getah bening aksila di sisi kanker payudara.

Dia mengatakan tidak semua pasien kanker sama. Pasien kanker stadium empat memiliki kekebalan yang lebih rendah dibandingkan pasien kanker payudara stadium awal. "Pasien-pasien ini harus berkonsultasi dengan ahli onkologi mereka dan mengambil vaksin di bawah bimbingan. Jangan ragu untuk divaksinasi," ujar Vemsi.

Artikel Asli