Jelang Hari Osteoporosis Nasional KALBE Siapkan Serangkaian Acara

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:32
Jelang Hari Osteoporosis Nasional KALBE Siapkan Serangkaian Acara

KALBE Nutritionals melalui brand yang peduli pada kesehatan tulang, Entrasol, sudah menyiapkan serangkaian untuk peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) yang diperingati setiap 20 Oktober.

Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals Boy Sinaga mengatakan, tema yang diangkat adalah "Entrasol, Love You to the Bone".

"Tujuannya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya nutrisi dan olahraga tepat untuk tulang kuat," kata Boy, seperti keterangan Yang diterima Rm.id , Minggu (10/10).

Kegiatan dilakukan setiap Minggu mulai 9 Oktober hingga 23 Oktober 2021, antara lain berupa senam virtual seperti aerobik, line dance, yoga.

Entrasol membagi kegiatannya dalam beberapa fase, dengan melakukan edukasi serta ajakan untuk aktif bergerak secara rutin untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.

Fase Pre-HON berlangsung pada tanggal 9-17 Oktober 2021 berisi berbagai rangkaian senam virtual serta talkshow osteoporosis yang diadakan secara daring melalui aplikasi zoom.

Terdapat rangkaian senam virtual yang bisa diikuti masyarakat dari manapun di Indonesia, yaitu senam Aerobik, Line Dance, dan Yoga. "Di setiap minggunya, Entrasol akan melakukan kelas olahraga tersebut disertai dengan talkshow," jelas Boy.

Boy mengingatkan, saat bertambahnya usia, gejala faktor U alias usia seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarcopenia, semakin terasa.

Karena itu, dia menjelaskan, rangkaian acara digelar untuk mengedukasi pentingnya menjaga kekuatan tulang lewat nutrisi dan olahraga yang tepat, sehingga walau beraktivitas di rumah saja, kita bisa tetap aktif bergerak.

Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di seluruh dunia, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis.

Diperkirakan dua dari lima penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis . Bahkan pada tahun 2050, pria dan wanita lebih dari 50 tahun (paling berisiko untuk osteoporosis) akan menjadi 1/3 dari total penduduk Indonesia.

Sementara itu, spesialis Ortopedi & Traumatologi dr Ricky Edwin Pandapotan Hutapea dalam diskusi menyambut HON 2021 menjelaskan, osteoporosis dapat menyerang siapa saja. Terutama, orang dewasa dan lansia.

"Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) dengan tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan silent disease karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun. Hingga suatu saat bisa terjadi patah," ujarnya.

Sementara spesialis gizi klinik dr Ida Gunawan menganjurkan masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup dan juga pola makan.

"Osteoporosis dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan, protein, maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat," jelasnya.

Artikel Asli