Bumm, Ledakan Besar Terjadi Saat Tank dari Kodam Bukit Barisan Melintas

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 13:50
Bumm, Ledakan Besar Terjadi Saat Tank dari Kodam Bukit Barisan Melintas

JAKARTA - Bumm, ledakan besar terjadi saat tank-tank dari Kodam Bukit Barisan melintas di jalan raya di Aek Natolu Kabupaten Tobasa. Ada apa gerangan? Adakah musuh menyerang saat tank-tank dari Kodam Bukit Barisan melintas?

Rupanya, mengutip keterangan Penerangan Kodam I/BB yang diterima Koran Jakarta , ledakan itu merupakan bagian dari Uji Siap Tempur Tingkat Kompi/Baterai Terintegrasi Kodam I/BB di Aek Natolu Kabupaten Tobasa.

Kegiatan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi/Baterai Terintegrasi Kodam I/BB di Aek Natolu Kabupaten Tobasa itu sendiri secara resmi dibuka Danrindam I/BB Kolonel Inf Waston Purba dalam sebuah upacara pada hari Sabtu (9/10).

Dalam upacara pembukaan itu Danrindam I/BB membacakan amanat tertulis Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin. Menurut Danrindam, satuan jajaran Kodam I/BB dituntut untuk memiliki kesiapan tempur. Dan untuk memiliki hal tersebut maka satuan harus melaksanakan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, mulai dari latihan perorangan sampai dengan latihan Satuan.

"Dalam kegiatan latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi/Baterai Terintegritas yang dilaksanakan melibatkan beberapa satuan yaitu Kipan A, B, C dan Kibant Yonif Raider 100/PS, Kompi Kavaleri 6.3, Yonkav 6/NK, Baterai C, Yon Armed 2/105, Baterai C, Yon Arhanud 13/PBY dan Kompi A Yonzipur 1/DD, dilaksanakan secara bersamaan dengan Metode gladi lapang," kata Kolonel Inf Waston.

Ditambahkannya, tujuan Uji Siap Tempur ini adalah untuk menguji dan mengukur kemampuan Tempur Satuan Tingkat Kompi/Baterai dalam mengaplikasikan teknik, taktik dan prosedur tingkat Kompi/Baterai sesuai ketentuan yang ditetapkan.

"Pedomani dan laksanakan dengan baik setiap materi kegiatan yang disampaikan oleh para pengendali dengan mempedomani teknik dan taktik secara benar sesuai masing-masing kecabangan," pesannya kepada para prajurit peserta latihan.

Kepada penyelenggara, Kolonel Inf Waston menginstruksikanagar menciptakan mekanisme latihan yang realistis sesuai dengan kecenderungan potensi ancaman.

Artikel Asli