Jadilah Pemilik Lukisan "Wali Songo Berkuda" untuk Mendanai Indonesia Mengaji Virtual Kolosal, Begini Caranya

bukamatanews | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 13:12
Jadilah Pemilik Lukisan "Wali Songo Berkuda" untuk Mendanai Indonesia Mengaji Virtual Kolosal, Begini Caranya

JAKARTA, BUKAMATA - Sabtu, 9 Oktober 2021. Pagi itu, sepuluh pria duduk di depan sebuah lukisan. Mereka adalah pegiat teknologi blockchain bernama Begawan Nusantara (BENTARA).

Lukisan di belakang mereka adalah lukisan Wali Songo atau sembilan wali yang sedang menunggang kuda. Latar belakang para wali itu adalah Masjid Agung Demak. Dilukis dalam nuansa subuh hari.

Menurut keterangan pemilik lukisan yang enggan disebutkan namanya, lukisan Sembilan Wali Songo sedang Menunggang kuda itu dibuat pada tahun 1871, atau 150 tahun lalu. Usianya sudah satu setengah abad. Ukuranya cukup besar, 360cm X 230cm. Pelukisnya adalah Raden Sayyid, seorang pria saleh pada masa itu.

Posisi sembilan wali penyebar Agama Islam di tanah Jawa dan Nusantara itu berjajar sejuk penuh kharima. Barisan kuda yang mereka tunggangi pun terlihat beda dari lukisan kuda yang pernah ada. Sesuai urutan dari kiri ke kanan adalah, Sunan Bonang (Raden Makhdum), Sunan Drajat (Raden Qasim), Sunan Kudus (Ja'far Shadiq), Sunan Muria (Raden Umar Said), Sunan Kalijaga (Raden Sahid), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), Sunan Ampel (Raden Rahmat), dan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim).

Lukisan itu diluncurkan di ranah NFT (Non Fungible Token). Ide menempatkan lukisan bersejarah dan misterius itu di platform NFT, datang dari komunitas BENTARA, setelah mendapatkan izin dari pemiliknya.

NFT atau Non-Fungible Token adalah sebuah teknologi kripto semacam sertifikat digital, yang menyatakan pihak yang memiliki foto, video, atau bentuk virtual lainnya. Aset-aset dengan NFT akan tercatat dalam blockchain, semacam buku besar digital yang mirip dengan jaringan (network) yang mendukung Ethereum, Bitcoin, dan mata aset kripto lainnya.

Ketika NFT sudah dienkripsi di blockchain pada suatu hal, maka hal tersebut tak lagi bisa direplikasi atau diduplikasi. Contohnya adalah kicauan pertama CEO Twitter Jack Dorsey yang dijual dengan harga mencapai 2,5 juta dollar AS atau setara Rp35 milar.

Salah satu tujuan meng-NFT-kan lukisan berusia 150 tahun itu adalah untuk dana abadi dakwah dan kegiatan para penghapal Al-Qur'an atau hafiz dan hafizah di tanah air dan mancanegara.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat akan digelar Konser Indonesia Mengaji Virtual Kolosal. Konser itu digelar dengan menghadirkan ribuan santri dari penjuru nusantara, termasuk dari luar negeri, untuk mendoakan bangsa dan dunia ini dari berbagai bala dan bencana.

Diharapkan, dana untuk pagelaran Konser Indonesia Mengaji Virtual Kolosal ini, akan diperoleh dari NFT Lukisan 9 Wali Berkuda.

Diduga, melalui lukisan inilah sesungguhnya masyarakat luas mengenali gambaran rupa dan wajah Wali Songo. Hal itu terbukti, karena hampir semua barang cetakan dan buku pelajaran sejarah Islam di tanah Jawa dan Nusantara, memiliki kemiripan gambaran wajah Wali Songo yang ada dalam lukisan tersebut.

"Penggambaran wajah 9 Wali itu tentu tidak sembarangan. Pasti pelukisnya melakukan studi dan pola research yang biasa dilakukan pada masanya," kata sang pemilik.

Pemilik menceritakan, konon sang pelukis, Raden Sayyid melakukan ritual dan tirakat yang mendalam, demi kesempurnaan pelukisan wajah Wali Songo yang berjajar sedang menunggang kuda itu.

Informasi tentang lukisan Wali Songo Berkuda ini, banyak yang belum tahu. Sebab wujud dan keberadaanya selama ini memang sengaja dirahasiakan pemiliknya.

"Saya adalah pengoleksi kedua lukisan Wali Songo Berkuda ini. Wujudnya ada di ruang kerja saya. Mohon maaf jika selama ini, keindahan dan magisnya hanya bisa dinikmati, dilihat dan dipegang kalangan terbatas saya," jelas pemilik yang tinggal di pinggiran selatan Jakarta.

Lukisan Wali Songo Berkuda ini bernilai miliaran rupiah. Informasi terakhir, beberapa tahu lalu, seorang konglomerat produksi rokok kenamaan di negeri ini pernah menghargainya Rp14 miliar. Namun pemilik tak tergoda menjualnya.

"Dengan dipublikasikan lewat ranah lelang NFT yang berbasis blockchain kini lukisan Wali Songo Berkuda bisa dimiliki oleh masyarakat," ujar Zoelfikar Yunus, salah satu anggota BENTARA.

Wujud real-nya kata Zoel, tidak dijual. Tetapi masyarakatnya bisa memiliki right kepemilikannya dalam bentuk aset digital dengan pola kepemilikan jual-beli yang diatur oleh platform NFT.

Bagaimana cara memilikinya? Zoel mempersilakan peminat untuk bergabung dengan group telegram dan sosmed yang dikelola Komunitas Bentara:

https://t.me/WaliSongoNFT;
https://t.me/rantaikotak;
https://twitter.com/RantaiKotak;
https://www.instagram.com/rantaikotak
dan tentu saja link platform NFT : https://davinci.gallery/explore/tag/Wali.

Artikel Asli