Kuliah Tatap Muka di UPVNJ Hanya Dua Sesi dalam Sehari

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 13:08
Kuliah Tatap Muka di UPVNJ Hanya Dua Sesi dalam Sehari

JAKARTA - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPVNJ) bersiap akan menggelar kuliah tatap muka atau pembelajaran tatap muka. Tapi, untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19, kuliah tatap muka dibagi dua sesi dalam satu hari. Mahasiswa yang ikut kuliah pun dibatasi.

Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Akademik UPVNJ, Anter Venus dalam keterangannya yang diterima Koran Jakarta, Minggu (10/10). Menurut Venus, untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka, pihaknya sudah rapat akhir untuk sosialisasi. Sosialisasi ini terkait dengan prosedur, sarana prasarana sampai dengan teknis yang berkaitan dengan tata tertib yang berlaku untuk semua sivitas akademika UPNVJ. Termasuk tenaga kependidikan yang akan beraktivitas di kampus.

"Yang paling penting, seluruh dosen, mahasiswa-mahasiswi dan tenaga kependidikan wajib sudah melakukan vaksinasi," katanya.

Ditambahkannya, bahwa dalam pelaksanaan perkuliahan tatap muka ini nantinya hanya dua sesi saja per harinya. Dan setiap selesai sesi kuliah, akan dilakukan proses sterilisasi.

"Dilakukan sterilisasi disetiap jamnya, dimasing-masing kelas," ujarnya.

Pelaksanaan kuliah tatap muka ini, lanjut Venus, akan terus dimonitor dan dievaluasi. Jika nantinya perkuliahan tatap muka terbatas ini berjalan dengan aman dan efektif, pihaknya akan menambahkan satu sesi lagi. Jadi akan ada tiga sesi per harinya.

"Pesan dari Rektor, perkuliahan ini kita selenggarakan berdasarkan izin dan kesempatan terbuka untuk melakukan perkuliahan secara tatap muka mengikuti arahan Menteri Pendidikan," katanya.

Namun yang perlu diperhatikan, ia a dia, pada dasarnya dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini adalah keselamatan dan keamanan dari sivitas akademika UPNVJ, dimulai dari mahasiswa, dosen dan juga tenaga pendidikan. Semua harus optimal untuk menegakkan protokol kesehatan.

"Sehingga kita bisa memastikan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas ini tidak akan menimbulkan dampak negatif untuk kita semua. Kebijakan Rektor selanjutnya nanti dilihat dari hasil evaluasi terhadap pengendalian Covid-19 di kampus. Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Artikel Asli