Ini Aturan Perjalanan Dalam Negeri Baru Perihal Kegiatan PON Papua

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 12:33
Ini Aturan Perjalanan Dalam Negeri Baru Perihal Kegiatan PON Papua

JawaPos.com Satuan Tugas (Satgas) Penanaganan Covid-19 menerbitkan Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Covid-19. Regulasi ini menyangkut pengendalian potensi penularan pasca Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Addendum Kedua Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 6 Oktober 2021 hingga 31 Oktober 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan, kondisi Covid-19 di tingkat nasional relatif terkendali. Sehingga perlu ketentuan untuk mengatur pelaku perjalanan dalam negeri yang kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti kegiatan PON XX Papua 2021 untuk mengantisipasi peningkatan penularan Covid-19.

Bahwa pengaturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti kegiatan PON XX Papua 2021 akan diberlakukan karantina selama 5 hari dengan pertimbangan telah mendapatkan vaksin, melakukan tes skrining Covid-19 rutin setiap hari, terutama bagi atlet dan melakukan perjalanan skala dalam negeri, jelas dia dikutip JawaPos.com, Minggu (10/10).

Pelaku perjalanan dalam negeri yang di maksud dan akan kembali ke daerah asalnya setelah mengikuti penyelenggaraan PON XX Papua 2021 antara lain adalah Kontingen PON XX Papua 2021, Panwasrah PON, anggota KONI Pusat dan pegawai kementerian/lembaga pemerintah.

Kontingen PON XX Papua 2021 adalah seluruh atlet, ofisial (pengurus KONI Provinsi, juru masak, masseur, psikolog, dokter, perawat, mekanik, dan anggota lainnya), pelatih dan tim pengamanan yang dikirim oleh provinsi untuk ikut serta dalam PON XX Papua 2021, tuturnya.

Adapun, seluruh Kontingen PON XX Papua 2021, Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON, anggota KONI Pusat, serta pegawai kementerian/lembaga yang mengikuti atau bertugas di kegiatan PON XX Papua 2021, seminimalnya dalam kurun waktu 7 hari wajib menjalankan protokol kesehatan pada saat kedatangan di tempat asal tujuannya, antara lain:

1. Tes RT-PCR dan karantina selama 5 x 24 jam di fasilitas karantina/isolasi terpusat yang telah ditunjuk dan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah masing-masing;
2. Dalam hal hasil tes RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf a menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah;
3. Pada hari ke-4 karantina sebagaimana dimaksud pada huruf a, dilakukan tes RT-PCR kedua;
4. Dalam hal hasil tes RT-PCR kedua sebagaimana dimaksud pada huruf c menunjukkan hasil negatif, maka yang bersangkutan diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untukmelakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
5. Dalam hal hasil RT-PCR kedua sebagaimana dimaksud pada huruf c menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah; dan
6. Pemeriksaan tes RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf a dan c dilakukan di laboratorium yang telah terverifikasi oleh Kementerian Kesehatan ke dalam sistem Pedulilindungi.

Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan protokol kesehatan tes, karantina, dan perawatan bila positif setelah mengikuti PON XX Papua 2021 ditanggung oleh pemerintah provinsi dan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah masing-masing, jelas dia.

Setelahnya, terkait pemantauan, pengendalian dan evaluasi, setiap Ketua Kontingen PON XX Papua 2021 wajib melaporkan pelaksanaan protokol kesehatan kontingen pasca mengikuti PON XX Papua 2021 kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi dan KONI Pusat secara berjenjang.

Pelaksanaan protokol kesehatan setelah mengikuti PON XX Papua 2021 wajib dilaporkan oleh KONI Pusat kepada kementerian/lembaga terkait di tingkat Pusat, termasuk Kementerian Koordinator Pembagunan Manusia dan Kebudayaan, Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Kesehatan.

Pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan pasca mengikuti PON XX Papua 2021 dilakukan oleh KONI Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, serta Satuan Tugas Penanganan COVID-19 masing-masing Daerah, pungkas Ganip.

Artikel Asli