Anak Miliki Risiko Sama Terinfeksi Covid-19 dengan Dewasa

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 12:19
Anak Miliki Risiko Sama Terinfeksi Covid-19 dengan Dewasa

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak sama berisikonyadengan orang dewasa dalam terpapar virus corona. Anak-anak hanya cenderung tidak memiliki gejala.

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics , menemukan orang dewasa dan anak-anak yang tinggal di Utah dan New York City memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi virus corona. Namun, anak-anak hanya memiliki gejala sekitar separuh dibandingkan orang dewasa.

"Studi ini menunjukkan bahwa selama ini, anak-anak dari segala usia termasuk bayi dan balita memiliki risiko yang sama terhadap infeksi SARS-CoV-2 dibandingkan dengan orang dewasa," ujar Dr. Flor Munoz, profesor asosiasi pediatri di Baylor College of Medicine, menulis dalam editorial yang menyertai jurnal tersebut.

"Fakta bahwa anak-anak, dan terutama anak kecil, dapat menularkan SARS-CoV-2 sekarang telah ditetapkan dan dipahami dengan lebih jelas," tulis Munoz, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Dia menambahkan bahwa temuan baru harus dipertimbangkan dalam upaya pengendalian pandemi serta penelitian vaksin dan terapi.

Temuan ini dipublikasikan hanya sehari setelah perusahaan Pfizer dan BioNTech secara resmi meminta otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk vaksin Covid-19 mereka, dengan dosis yang lebih kecil, pada anak-anak usia 5 hingga 11 tahun.

Penelitian baru, yang dilakukan dari September 2020 hingga April 2021, termasuk data 1.236 orang dari 310 rumah tangga yang berbeda dengan satu atau lebih anak di New York City, dan wilayah tertentu di seluruh Utah.

Dr. Fatimah Dawood dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan rekan-rekannya mengamati dengan cermat kejadian Covid-19 dan menemukan bahwa di antara rumah tangga dengan satu atau lebih orang yang terinfeksi, risiko infeksi rata-rata dalam rumah tangga tersebut adalah 52 persen. Ini menambahkan bukti bahwa rumah tangga tetap menjadi tempat umum penyebaran virus.

Artikel Asli